
Pantau - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan penyaluran truk dan pikap, termasuk impor dari India, dilakukan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah siap beroperasi.
Distribusi Bertahap Sesuai Kesiapan Kopdes
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat ditemui di sela acara Halalbihalal di Kementerian Koperasi RI di Jakarta, Senin (30/3).
“Sudah ada (truk dan pikap) yang udah disalurkan di Koperasi-Koperasi Desa Merah Putih, dan ya rasanya sudah cukup memadai dan bisa digunakan untuk (mendukung operasional koperasi),” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penyaluran sebanyak 105 ribu unit kendaraan dilakukan secara bertahap mengikuti progres pembangunan fisik koperasi di berbagai daerah.
“Ini kan secara bertahap, sesuai dengan (tahapan). Begitu ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang (telah) rampung bangunan fisik, sudah dilengkapi alat kelengkapannya, (bisa) langsung dilengkapi dengan sarana truk dan pikapnya,” ujarnya.
Prioritaskan Produksi Nasional, Impor Jadi Pelengkap
Ferry menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan industri otomotif nasional dalam penyediaan kendaraan operasional koperasi.
“Kita tetap sebenarnya memprioritaskan industri otomotif nasional. Tapi sekiranya industri otomotif nasional itu hanya mencukupi tidak semuanya, sisanya tetap kita dengan sangat terpaksa mengadakan dari sumber dari negara lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap koperasi nantinya akan dilengkapi satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor untuk mendukung distribusi barang.
“Saya kira ribuan truk dan pikap sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi),” ujarnya.
Adapun impor kendaraan dilakukan melalui Agrinas Pangan dengan total 105 ribu unit dari produsen India, yakni Mahindra Ltd dan Tata Motors, dengan nilai mencapai Rp24,66 triliun.
Program ini ditujukan untuk memperlancar mobilitas logistik dari dan ke desa serta memperkuat ekosistem ekonomi berbasis koperasi di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








