Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

PLN Nusantara Power Pastikan Pasokan Listrik 14,1 GW Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PLN Nusantara Power Pastikan Pasokan Listrik 14,1 GW Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
Foto: (Sumber : Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (kiri), Senior Manager Unit Pembangkitan Pacitan Munif (kanan), Sekretaris Perusahaan PLN NP Hamidi Hamid (tengah) saat meninjau kesiapan UP Pacitan dalam rangka Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H. PLN Nusantara Power memasok 14.1 GW atau total 42% dari beban puncak nasional sebesar 35 GW. (ANTARA/HO-PLN NP).)

Pantau - PLN Nusantara Power (PLN NP) memasok 14,1 gigawatt listrik atau sekitar 42 persen dari total beban puncak nasional sebesar 35 gigawatt selama periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah.

Kesiapan Personel dan Infrastruktur

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga keandalan listrik demi kenyamanan masyarakat selama periode tersebut.

“PLN Nusantara Power berkomitmen menghadirkan listrik yang andal demi kenyamanan masyarakat,” ungkapnya.

PLN NP menyiagakan 8.898 personel, 126 posko, serta 45 unit fire truck yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Masa siaga tersebut berlangsung sejak 12 hingga 31 Maret 2026 untuk memastikan kelancaran pasokan listrik selama Ramadhan hingga arus balik Idul Fitri.

Dukungan Listrik Hijau dan Sinergi Pengamanan

Selain itu, PLN NP juga menyuplai listrik hijau sebesar 1.821 megawatt yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya.

Menurut Ruly, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi yang ramah lingkungan.

“Dengan kesiapan personel, penerapan teknologi, serta sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, kami optimistis dapat memastikan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H tetap terang benderang bagi seluruh umat Muslim di Indonesia,” ujarnya.

PLN NP juga memperkuat koordinasi dengan TNI, Kepolisian, serta masyarakat sekitar untuk menjaga keamanan operasional dan memitigasi risiko selama periode siaga.

Langkah strategis ini dilakukan agar pasokan listrik nasional tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan aman dan nyaman.

Penulis :
Aditya Yohan