
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok dan harga telur ayam ras di Indonesia dalam kondisi aman dan stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan produksi telur ayam ras dalam negeri saat ini bahkan mengalami surplus sehingga mampu memenuhi kebutuhan domestik.
"Indonesia saat ini telah surplus untuk komoditas telur ayam ras. Pasokan melimpah dari produksi dalam negeri, bahkan Indonesia bisa ekspor," kata Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Pemerintah Tegaskan Tidak Boleh Ada Kenaikan Harga
Amran menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti apabila terjadi kenaikan harga telur yang tidak wajar di tingkat pasar.
Ia meminta Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan menelusuri penyebab jika ditemukan anomali harga di lapangan.
"Kalau sampai ada kenaikan, aku minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," tegas Amran.
Menurutnya, telur ayam ras merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang banyak dikonsumsi masyarakat karena menjadi sumber protein hewani dengan harga relatif terjangkau.
Konsumsi Telur Nasional Terus Meningkat
Amran menyebutkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata konsumsi telur ayam ras pada 2025 mencapai 2,362 kilogram per kapita per minggu.
Angka tersebut meningkat sekitar 19,1 persen dibandingkan konsumsi pada 2016 yang berada di level 1,983 kilogram per kapita per minggu.
Berdasarkan pemantauan Satgas Saber Pangan hingga 30 Maret, harga telur ayam ras di sejumlah pasar rakyat masih berada dalam batas kewajaran.
Di Pasar Kranggan dan Pasar Beringharjo Yogyakarta misalnya, harga telur tercatat turun menjadi Rp28.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.
Sementara di Pasar Gambir Tebing Tinggi Sumatera Utara harga telur berada di kisaran Rp27.200 per kilogram dan di Pasar Seutui Banda Aceh sekitar Rp28.500 per kilogram.
Untuk wilayah Kalimantan dan Papua harga masih berfluktuasi akibat faktor biaya distribusi dari daerah sentra produksi.
Harga telur di Pasar Kemuning Pontianak tercatat sekitar Rp33.000 per kilogram sedangkan di Pasar Snon Bukor Raja Ampat Papua Barat Daya mencapai Rp36.000 per kilogram.
Pemerintah menetapkan harga acuan pembelian telur ayam ras maksimal Rp26.500 per kilogram di tingkat produsen dan Rp30.000 per kilogram di tingkat konsumen sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 529 Tahun 2024.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan Bapanas, produksi telur ayam ras nasional mencapai sekitar 7,32 juta ton per tahun sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang diperkirakan mencapai 6,47 juta ton.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








