
Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut serapan beras dari produksi dalam negeri telah mencapai 1,3 juta ton hingga Maret 2026 untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
Capaian tersebut dihimpun dalam periode Januari hingga Maret 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional menjelang musim kemarau.
Amran mengatakan pemerintah optimistis stok pangan nasional dalam kondisi aman dengan tren penyerapan yang terus meningkat.
"Sekarang serapan kita 1,3 juta ton (setara beras)," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa jika pada April terjadi tambahan serapan sekitar 1 juta ton, maka total cadangan bisa mencapai 2,3 juta ton.
Data Badan Pangan Nasional mencatat realisasi serapan setara beras bahkan telah mencapai 1,39 juta ton, jauh melampaui capaian pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
Pada kuartal pertama 2020, serapan hanya 90,1 ribu ton, meningkat menjadi 234,6 ribu ton pada 2021, lalu turun menjadi 94,3 ribu ton pada 2022 dan 35 ribu ton pada 2023, sebelum kembali naik menjadi 719,3 ribu ton pada 2025.
Amran menegaskan bahwa penguatan stok CBP menjadi kunci menghadapi potensi dampak musim kemarau yang diprediksi mulai April 2026.
"Dari sisi stok, (cadangan beras pemerintah) hari ini tertinggi yaitu 4,3 juta ton," ujarnya.
Ia menyebutkan stok tersebut diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 5 juta ton pada bulan berikutnya sehingga dinilai aman.
Pemerintah bersama Perum Bulog terus mengakselerasi penyerapan beras dengan target mencapai 4 juta ton setara beras sepanjang 2026.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 3 juta ton, sebagai upaya menjaga swasembada beras yang telah dicapai sejak akhir 2025.
- Penulis :
- Aditya Yohan








