
Pantau - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp8,25 triliun serta peningkatan laba dan perbaikan struktur permodalan.
Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan
Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan pendapatan perusahaan mencapai 491,9 juta dolar AS atau setara Rp8,25 triliun, tumbuh 16,8 persen secara tahunan.
“Capaian ini merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menjaga disiplin operasional dan finansial, sekaligus bagian dari upaya memperkuat peran GMF sebagai strategic enabler dalam ekosistem Garuda Indonesia Group,” ungkapnya.
Laba perusahaan juga meningkat menjadi 33,9 juta dolar AS atau sekitar Rp570 miliar dari sebelumnya 26,9 juta dolar AS.
Total aset GMF turut naik menjadi 813 juta dolar AS atau setara Rp13,6 triliun.
Struktur permodalan menunjukkan perbaikan dengan ekuitas berbalik dari negatif menjadi positif sebesar 114,6 juta dolar AS.
Strategi Bisnis dan Dukungan Operasional
Peningkatan kinerja didukung aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat aset perusahaan.
Selain itu, lini bisnis non-commercial aircraft seperti sektor pertahanan dan solusi industri turut mencatat pertumbuhan signifikan.
“Perbaikan kinerja ini mencerminkan upaya yang dilakukan secara terukur, baik dari sisi operasional maupun struktur keuangan. Lebih dari itu, GMF terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung maintenance dalam mendukung kesiapan armada Garuda Indonesia Group secara berkelanjutan,” ujarnya.
GMF juga berperan dalam reaktivasi armada pesawat Garuda Indonesia sepanjang 2025.
Di tengah tantangan global seperti keterbatasan suku cadang dan antrean perawatan mesin, GMF tetap menjaga kinerja operasional untuk memastikan keandalan layanan.
Sebagai informasi tambahan, sinergi dengan Garuda Indonesia Group menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi dan peningkatan kinerja layanan penerbangan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








