Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Depok Siapkan Pembangunan BLK Berbasis Ekonomi Kreatif dan Digital hingga 2028

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Depok Siapkan Pembangunan BLK Berbasis Ekonomi Kreatif dan Digital hingga 2028
Foto: (Sumber : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana (ANTARA/Feru Lantara).)

Pantau - Pemerintah Kota Depok menyiapkan pembangunan Balai Latihan Kerja yang berfokus pada pengembangan industri kreatif dan digital untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Rencana Pembangunan dan Lokasi

Kepala Bapperida Kota Depok Dadang Wihana mengatakan BLK akan dibangun di Kampung Kekupu, Sawangan, dengan luas lahan sekitar 4.000 meter persegi.

“Untuk BLK tempatnya di Kampung Kekupu, di belakang Depok Maharaja. Tahun ini kita mulai penyusunan Feasibility study (studi kelayakan) dan Detail Engineering Design (DED),” ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Ia menyebut pembangunan fisik ditargetkan mulai pada 2027 dan rampung paling lambat 2028 setelah proses perencanaan selesai.

“Insya Allah tahun depan atau 2027 bisa mulai pembangunan, paling lambat 2028,” kata Dadang.

Sambil menunggu pembangunan, program pelatihan akan mulai dijalankan melalui fasilitas sementara di gedung Balai Kota Depok.

“Embrionya saat ini kita mulai di lantai 7 gedung parkir kawasan Balai Kota Depok,” ujarnya.

Fokus Program dan Kolaborasi

Dadang menjelaskan BLK Depok akan berkonsep sebagai hub pelatihan tanpa fasilitas asrama dan terhubung dengan balai latihan kerja lain, termasuk milik Kementerian Ketenagakerjaan.

“Jadi kita bukan BLK yang seperti ada tempat inap dan lain-lain, tetapi sebagai simpul atau hub,” jelasnya.

Program ini juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk mempersiapkan tenaga kerja, termasuk yang akan bekerja ke luar negeri.

Ia menambahkan fokus utama BLK Depok berada pada sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, kriya, hingga media art seperti aplikasi, gim, dan robotik.

“Di Depok nanti lebih banyak ke industri kreatif,” katanya.

Melalui program ini, Pemkot Depok berharap dapat mencetak talenta kerja yang adaptif serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penulis :
Ahmad Yusuf