
Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri asuransi mencapai Rp1.219,35 triliun atau sekitar Rp1,21 kuadriliun per Februari 2026, tumbuh 6,80 persen secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Ogi Prastomiyono menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Jakarta.
Kinerja Asuransi Komersial dan Permodalan
OJK mencatat sektor asuransi komersial memiliki total aset sebesar Rp999,15 triliun atau tumbuh 8,57 persen secara tahunan.
Pendapatan premi industri asuransi komersial mencapai Rp62,37 triliun dengan pertumbuhan sebesar 3,50 persen secara tahunan.
Premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp32,39 triliun dengan pertumbuhan tipis 0,12 persen.
Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp29,98 triliun atau tumbuh 7,41 persen secara tahunan.
Dari sisi permodalan, Risk Based Capital asuransi jiwa tercatat sebesar 480,83 persen.
Risk Based Capital asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar 327,98 persen.
Kedua rasio tersebut berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan sebesar 120 persen.
Asuransi Nonkomersial dan Dana Pensiun
Pada sektor asuransi nonkomersial, total aset tercatat sebesar Rp220,20 triliun atau mengalami kontraksi 0,57 persen secara tahunan.
Sektor ini mencakup program seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta asuransi bagi ASN, TNI, dan Polri.
Sementara itu, industri dana pensiun mencatat total aset sebesar Rp1.700,93 triliun atau tumbuh 12,52 persen secara tahunan.
Program pensiun sukarela memiliki aset sebesar Rp413,69 triliun dengan pertumbuhan 8,54 persen.
Program pensiun wajib mencatat aset sebesar Rp1.287,24 triliun atau tumbuh 13,86 persen.
Program pensiun wajib mencakup jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan serta tabungan hari tua dan iuran pensiun bagi ASN, TNI, dan Polri.
Kinerja Perusahaan Penjaminan
Dari sektor perusahaan penjaminan, total aset tercatat sebesar Rp47,52 triliun atau tumbuh 1,99 persen secara tahunan.
Ogi Prastomiyono mengungkapkan, "Kinerja sektor perasuransian, dana pensiun, dan penjaminan tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi," ungkapnya.
- Penulis :
- Arian Mesa









