
Pantau - Sejumlah isu ekonomi mewarnai pemberitaan pada Senin, 6 April 2026, mulai dari realisasi pendapatan negara kuartal I hingga arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan lahan negara untuk kepentingan publik.
Pendapatan Negara dan Kebijakan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan.
Realisasi tersebut setara dengan 18,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan optimisme terhadap program Koperasi Desa Merah Putih dalam mendorong ekonomi desa.
"Kita optimistis Kopdes Merah Putih dapat membangkitkan ekonomi masyarakat desa, terlebih masyarakat desa kaya dengan segala potensi yang ada,dan ini kesempatan mereka berdaya dan berdaulat untuk mengelola desa masing-masing," ungkapnya.
Di sisi lain, Dewan Energi Nasional berencana memanggil Pertamina dan PLN untuk membahas transisi penggunaan kompor gas ke kompor listrik.
“Sudah lumayan (dibahas). Hari Rabu (8/4) ini saya sudah mengundang (pemangku kepentingan), ya. Tinggal nanti kami bahas,” ujar Anggota DEN Unggul Priyanto.
Inflasi dan Penataan Aset Negara
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah agar tetap waspada terhadap potensi inflasi meskipun saat ini berada di angka 3,48 persen.
"Kita bersyukur karena inflasi kita terjaga, cukup baik turun ke angka, masuk dalam angka target di bawah 3,5 persen, 3,48 persen, tapi jangan kita berpuas diri," katanya.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan penataan lahan negara agar dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat.
Pemerintah menemukan sejumlah aset lahan negara, termasuk milik BUMN perkeretaapian, yang belum dimanfaatkan secara optimal dan dikuasai pihak lain.
Sebagai tambahan, langkah penataan aset ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya negara sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









