
Pantau - Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi melemah 29 poin menjadi Rp17.064 per dolar AS akibat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Tekanan Geopolitik Picu Pelemahan
Analis mata uang Lukman Leong menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan ke Iran.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timteng setelah Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran,” ungkapnya.
Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Proyeksi Nilai Tukar dan Peran Bank Indonesia
Lukman menilai level Rp17.000 per dolar AS masih relatif stabil dan belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar keuangan domestik.
“Dengan situasi dan perkembangan saat ini, saya melihat Rp17 ribu masih cukup ideal dan tidak akan berdampak besar pada pasar finansial,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas nilai tukar agar volatilitas tidak meningkat.
“BI perlu terus menjaga volatilitas dan tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh,” katanya.
Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS seiring perkembangan situasi global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








