HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Tolak Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Infrastruktur Iran di Tengah Eskalasi Konflik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Inggris Tolak Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Infrastruktur Iran di Tengah Eskalasi Konflik
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Bagian-bagian penting dari Jembatan B1 terlihat hancur setelah serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan lokasi tersebut di dekat Teheran, di Karaj, Iran, pada 03 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri..)

Pantau - Pemerintah Inggris dilaporkan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang infrastruktur sipil di Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Sikap Inggris dan Pembatasan Penggunaan Pangkalan

Harian The i Paper menyebut London hanya mengizinkan penggunaan pangkalan militer untuk kepentingan serangan defensif, bukan untuk menyerang fasilitas sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik.

Keputusan penggunaan pangkalan militer Inggris oleh pesawat pengebom AS disebut akan ditentukan secara kasus per kasus.

Pangkalan udara Fairford menjadi satu-satunya pangkalan di Eropa yang dapat didarati pesawat pengebom strategis AS dan sebelumnya pernah digunakan dalam operasi militer di Irak dan Yugoslavia.

Ancaman AS dan Dampak Konflik Kawasan

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya" fasilitas vital Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai.

Ia juga kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran apabila lalu lintas di Selat Hormuz tidak segera dipulihkan.

Konflik memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah.

Ketegangan tersebut menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz terhenti total sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Penulis :
Aditya Yohan