HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Diproyeksi Bergerak Mendatar, Investor Disarankan Wait and See

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Diproyeksi Bergerak Mendatar, Investor Disarankan Wait and See
Foto: (Sumber : Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Selasa seiring sentimen domestik dan global yang masih beragam.

Pergerakan Indeks dan Sentimen Pasar

IHSG dibuka menguat 11,85 poin atau 0,17 persen ke level 7.001,28, sementara indeks LQ45 justru turun tipis 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 707,35.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyarankan investor bersikap hati-hati di tengah tingginya spekulasi pasar.

“Kiwoom Research mengajak para investor untuk berpikir rasional, menetapkan level previous low 6.920 sebagai support terdekat yang dirasa masih cukup mumpuni untuk saat ini. Namun, tingkat spekulasi masih tinggi dan saran wait and see lebih banyak dilakukan,” ungkapnya.

Faktor Domestik dan Global

Dari dalam negeri, FTSE Russell tetap mempertahankan Indonesia sebagai secondary emerging market pada evaluasi Februari 2026.

Meski sebelumnya sempat muncul kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham dan free float, kebijakan reformasi dinilai telah memberikan sentimen positif bagi pasar.

Pelaku pasar juga menanti hasil evaluasi MSCI pada Mei 2026 yang akan menentukan posisi Indonesia tetap di kategori emerging market atau berpotensi turun ke frontier market.

Di sisi lain, kenaikan harga avtur hingga 72,45 persen secara bulanan pada April 2026 turut menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar.

Sebagai tambahan, kombinasi sentimen domestik dan global tersebut membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Penulis :
Aditya Yohan