HOME  ⁄  Ekonomi

IIF Tegaskan Fokus Kelola Risiko Iklim, Dorong Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IIF Tegaskan Fokus Kelola Risiko Iklim, Dorong Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan
Foto: (Sumber : Perwakilan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) (kedua dari kanan) saat berpartisipasi pada 5th Annual Sustainability Week Asia yang diselenggarakan oleh Economist Impact di Bangkok, Thailand. ANTARA/HO- (IIF).)

Pantau - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menegaskan orientasi perusahaan terhadap pengelolaan risiko iklim sebagai prioritas utama dalam setiap pembiayaan infrastruktur.

Komitmen pada Pembiayaan Berkelanjutan

Direktur Utama IIF Rizki Pribadi Hasan menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dampak lingkungan dan sosial.

“Peran IIF yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pengelolaan risiko iklim sebagai salah satu prioritas utama, dengan memastikan setiap pembiayaan turut memberikan dampak nyata terhadap aspek lingkungan dan sosial,” ungkapnya.

IIF juga mengarahkan pembiayaan pada proyek infrastruktur berkelanjutan seperti energi terbarukan dan proyek yang tahan terhadap perubahan iklim.

Kinerja dan Dukungan Investor

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Danareksa dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kepercayaan investor internasional juga meningkat, ditandai dengan investasi sebesar 30 juta dolar AS dari FinDev Canada pada awal 2026.

Dari sisi kinerja, IIF mencatat laba bersih sebesar Rp185 miliar pada tahun buku 2025, tumbuh 51,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Total aset perusahaan juga meningkat 5 persen secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun.

“Dalam menghadapi transisi keberlanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, tetapi juga cermat dalam mengelola risiko. Pendekatan yang diambil bukan semata soal kecepatan, melainkan bagaimana memastikan setiap keputusan investasi tetap fleksibel, terukur, dan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai tambahan, strategi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan