HOME  ⁄  Ekonomi

Muhammadiyah Ajak Warga Siaga Hadapi Ancaman El Nino pada Musim Kemarau 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Muhammadiyah Ajak Warga Siaga Hadapi Ancaman El Nino pada Musim Kemarau 2026
Foto: (Sumber : Ilustrasi: Sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan ditengah ancaman El Nino. ANTARA/ Suriani Mappong)

Pantau - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengajak masyarakat dan relawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026.

Ancaman El Nino Perlu Diantisipasi Dini

Perwakilan Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan MDMC Wahyu Heniwat menegaskan bahwa fenomena El Nino berpotensi menimbulkan berbagai dampak serius, sehingga perlu diantisipasi sejak awal.

“Fenomena El Nino menjadi salah satu ancaman yang harus diantisipasi sejak dini melalui sistem peringatan dini dan peningkatan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dampak El Nino dapat memengaruhi ketahanan pangan, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta memicu krisis lingkungan lainnya.

“Ini sangat penting karena menyangkut kehidupan masyarakat secara luas. Penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat kejadian, tetapi juga sebelum dan setelahnya,” kata dia.

BMKG Prediksi El Nino Muncul Semester II 2026

MDMC menekankan pentingnya langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat untuk memetakan risiko dan meningkatkan kewaspadaan.

“Diperlukan langkah konkret dan kolaboratif dalam menghadapi ancaman ini. Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta memetakan risiko bencana di wilayah masing-masing,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 dengan peluang 50 hingga 80 persen.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan kondisi saat ini masih berada pada fase netral, namun indikasi penguatan menuju El Nino perlu diwaspadai.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” ujarnya.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Penulis :
Aditya Yohan