HOME  ⁄  Ekonomi

PLN EPI Raih Penghargaan NCSRA 2026, Bukti Transformasi CSR Jadi Strategi Bisnis Berjalan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PLN EPI Raih Penghargaan NCSRA 2026, Bukti Transformasi CSR Jadi Strategi Bisnis Berjalan
Foto: (Sumber: Program TJSL PT PLN EPI dalam pengelolaan sampah organik dapur (SOD) melalui budi daya maggot black soldier fly (BSF) di Gunung Kidul, DIY. ANTARA/HO-PT PLN EPI..)

Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meraih penghargaan Platinum Alignment dalam ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026 sebagai bukti keberhasilan transformasi program tanggung jawab sosial perusahaan menjadi bagian dari strategi bisnis.

CSR Berbasis Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyatakan penghargaan tersebut menunjukkan program TJSL tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan.

Ia mengungkapkan, "Penghargaan ini menunjukkan bahwa program TJSL PLN EPI tidak hanya berorientasi sosial, tetapi juga mampu menciptakan perlindungan nilai ekonomi perusahaan secara nyata dan terukur. Inilah arah baru CSR yang kami dorong."

Program unggulan berupa pengelolaan sampah organik dapur melalui budidaya maggot black soldier fly di Gunung Kidul dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Raih Skor Tinggi dan Dampak Nyata

Dalam ajang NCSRA ke-17 yang digelar di Jakarta, program tersebut meraih skor 90,80 dan masuk kategori ketahanan ekonomi masyarakat dan rantai nilai.

Selain itu, program TJSL PLN EPI juga memperoleh predikat Corporate Economic Protection Index Champion Candidate dengan nilai 2,72.

Nilai tersebut menunjukkan setiap Rp1 investasi CSR mampu melindungi sekitar Rp2,72 nilai ekonomi perusahaan dari risiko operasional.

Mamit menegaskan, "Bagi PLN EPI, TJSL bukan lagi sekadar kewajiban melainkan investasi strategis yang mengubah risiko menjadi nilai, limbah menjadi sumber daya, dan masyarakat menjadi mitra dalam membangun ketahanan bisnis yang berkelanjutan."

Penulis :
Ahmad Yusuf