
Pantau - Pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi sentimen positif dari potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran meski pada Jumat pagi masih tercatat melemah ke level Rp17.157 per dolar AS.
Sentimen Global dan Faktor Geopolitik
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan potensi meredanya konflik selama tujuh minggu tersebut dapat mendorong stabilitas pasar, termasuk kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz.
Ia mengatakan, "Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu tersebut hampir berakhir, sementara Gedung Putih menyampaikan keyakinan terhadap tercapainya kesepakatan dan membuka kemungkinan adanya pertemuan lanjutan secara langsung di Pakistan," ungkapnya.
Sentimen positif juga didukung pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mencapai 5 persen secara tahunan pada kuartal I-2026, melampaui ekspektasi pasar.
Faktor Domestik dan Proyeksi Rupiah
Dari dalam negeri, Bank Indonesia dinilai turut menjaga kepercayaan pasar melalui komitmen stabilitas kebijakan serta pengakuan dari lembaga internasional seperti ADB dan FTSE Russell terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
Josua menyebut, "Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.075–Rp17.200 per dolar AS," ujarnya.
Meski demikian, penguatan rupiah dinilai masih terbatas akibat tingginya permintaan dolar AS serta persepsi investor terhadap kondisi fundamental ekonomi domestik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








