HOME  ⁄  Ekonomi

Uji Jalan B50 Rampung Mei 2026, Pemeriksaan Mesin Jadi Tahap Penentu Implementasi Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Uji Jalan B50 Rampung Mei 2026, Pemeriksaan Mesin Jadi Tahap Penentu Implementasi Nasional
Foto: Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menunjukkan FAME ketika menjelaskan uji jalan B50 di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa 21/4/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan uji jalan biodiesel 50 persen (B50) untuk sektor otomotif akan selesai pada Mei 2026 sebelum dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin kendaraan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyatakan, "Jadi, kami akan selesai (uji jalan) nanti di Mei. Mei semua yang otomotif, ya,".

Uji jalan B50 telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dengan melibatkan sembilan unit kendaraan dari sektor otomotif.

Rincian kendaraan terdiri dari empat unit mobil penumpang berkapasitas di bawah 3,5 ton dari empat ATPM serta lima unit kendaraan niaga berat di atas 3,5 ton seperti truk besar dan bus dari empat ATPM.

Eniya mengungkapkan, "Dan kali ini, pabrikannya bukan hanya (kendaraan) pabrikan Jepang. Pabrikan Eropa juga ikut (uji jalan). Bus sama truk besarnya (pabrikan Eropa),".

Progres Uji Jalan dan Target Jarak Tempuh

Sebanyak tiga unit kendaraan berat berupa truk dan bus telah menyelesaikan uji jalan sejauh 40 ribu kilometer, sementara kendaraan lainnya masih dalam tahap pengujian.

Target jarak tempuh uji jalan ditetapkan 40 ribu kilometer untuk kendaraan niaga berat dan 50 ribu kilometer untuk kendaraan penumpang.

Setelah mencapai 50 ribu kilometer, akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin untuk memastikan performa dan dampak penggunaan B50.

Eniya menjelaskan, "Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada tugas untuk mengecek semua engine (mesin),".

Uji jalan dan pengecekan mesin sektor otomotif ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Hasil Sementara dan Rencana Implementasi Nasional

Hasil sementara menunjukkan kualitas B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, termasuk kadar air yang lebih rendah dari batas maksimum.

Eniya menyebutkan, "Tadi uji kandungan air sudah keluar, angkanya 208,81 ppm. Itu berarti di bawah 300 ppm (kadar air maksimal). Jadi, lebih bagus. Karena (kadar air) lebih rendah, lebih bagus,".

Pengujian penggunaan B50 juga dilakukan secara komprehensif di sektor lain seperti alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, kereta api, dan pembangkit listrik dengan target berbeda hingga akhir 2026.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan penerapan campuran 50 persen kelapa sawit dalam bahan bakar mulai 2025 untuk memperkuat ketahanan energi nasional yang disampaikan dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo pada 30 Maret.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan B50 akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.

Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat subsidi hingga Rp48 triliun serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun dengan kesiapan implementasi dari Pertamina.

Penulis :
Arian Mesa