HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Nagan Raya Gandeng Investor untuk Normalisasi Sungai Tripa Atasi Banjir Tahunan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Nagan Raya Gandeng Investor untuk Normalisasi Sungai Tripa Atasi Banjir Tahunan
Foto: (Sumber : Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan didampingi Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdulrachman (kiri) dan Kadiskominfo Arafik Karim (kanan). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar).)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh menggandeng investor untuk melakukan normalisasi Sungai Tripa guna mengatasi banjir tahunan di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur, Kamis (23/4).

Skema Kerja Sama untuk Atasi Keterbatasan Anggaran

Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran daerah untuk membiayai proyek besar tersebut.

“Mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan, pemerintah daerah memilih skema kerja sama dengan pihak swasta atau investor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan banjir di wilayah tersebut merupakan kejadian rutin yang bisa terjadi hingga dua kali dalam setahun.

"Banjir di Tripa ini merupakan banjir langganan, setahun bisa dua kali. Jika mengandalkan anggaran daerah, kita tidak sanggup karena biayanya sangat besar,” ujarnya.

Investor Biayai Proyek, Dapat Kompensasi Material

Dalam skema kerja sama tersebut, investor akan menanggung biaya normalisasi sungai termasuk pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai.

Sebagai kompensasi, investor diberikan hak untuk memanfaatkan material sungai seperti pasir atau mineral yang ditemukan selama proses pengerjaan.

Selain itu, lahan yang terdampak proyek, seperti perkebunan sawit atau permukiman, akan dikelola dengan sistem bagi hasil antara investor dan masyarakat.

Bupati menyatakan apabila nilai material yang diperoleh melebihi biaya operasional, maka kelebihan tersebut akan dibagi dengan pemerintah daerah sebagai tambahan pendapatan.

Rencana ini juga telah dikonsultasikan dengan pemerintah pusat dan saat ini sedang dalam kajian lebih lanjut.

"Rencana ini sedang dikaji secara mendalam dengan melibatkan pihak pusat. Saya berharap ini bisa segera terwujud karena inilah satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi banjir di dua kecamatan tersebut," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan