HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenkeu Juda Agung Tegaskan Status Investment Grade Indonesia Tetap Aman di Tengah Tekanan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenkeu Juda Agung Tegaskan Status Investment Grade Indonesia Tetap Aman di Tengah Tekanan Global
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung saat menyampaikan sambutan dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis (23/4/2026) (ANTARA/Bayu Saputra).)

Pantau - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan status investment grade Indonesia tetap aman di tengah meningkatnya tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian pasar keuangan.

Fundamental Ekonomi Dinilai Tetap Kuat

Juda Agung mengatakan kondisi makroekonomi Indonesia masih lebih baik dan lebih seimbang dibanding negara-negara lain dengan peringkat BBB.

“Dibandingkan negara-negara sekelas, Indonesia tumbuh lebih kuat dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi, ditopang oleh inflasi yang rendah, posisi fiskal yang kuat, serta bantalan eksternal yang solid," ungkapnya dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan dengan defisit fiskal tetap dijaga di bawah 3 persen.

Rasio utang terhadap produk domestik bruto juga berada di kisaran 40 persen atau masih jauh di bawah batas aman 60 persen.

Outlook Fitch Turun, Peringkat Utang Tetap BBB

Per Maret 2026, Fitch Ratings menetapkan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook negatif setelah sebelumnya berada pada outlook stabil.

Meski demikian, pemerintah menilai fundamental domestik yang solid menjadi penopang utama agar status investment grade tetap terjaga.

Sementara itu, inflasi Indonesia pada Maret 2026 masih berada dalam kisaran sasaran 1,5 hingga 3,5 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 3,48 persen secara tahunan dan inflasi inti 2,52 persen.

Juda menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global yang meningkat.

Penulis :
Ahmad Yusuf