
Pantau - Juda Agung memastikan pemerintah mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen meski menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference pada Kamis, 23 April 2026.
Ia menilai kondisi defisit fiskal saat ini masih berada dalam batas aman di tengah dinamika ekonomi global.
Juda Agung mengatakan "Perhitungan kami menunjukkan, bahkan dalam skenario terburuk dengan harga minyak mentah rata-rata sekitar 100 dolar AS per barel tahun ini, langkah-langkah ini tetap dapat menjaga defisit fiskal di kisaran 2,9 persen,".
Dampak Gejolak Global terhadap Fiskal
Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di sekitar 79 dolar AS per barel.
Namun, kondisi global masih dipengaruhi gejolak geopolitik terutama konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
Setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak disebut berpotensi menambah defisit sekitar Rp6,8 triliun.
Juda Agung menyatakan "Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah telah mengirimkan guncangan ke pasar energi global. Harga minyak melonjak, inflasi global meningkat, terutama pada sektor-sektor penting seperti pangan dan energi, serta sentimen investor turut berubah,".
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut turut berdampak pada pasar keuangan global dan perekonomian Indonesia.
Strategi Pemerintah Menjaga Defisit
Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga defisit tetap terkendali melalui efisiensi belanja negara pada program prioritas seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, pemerintah menguatkan pembiayaan inovatif melalui optimalisasi portofolio dan pendalaman pasar keuangan domestik.
Upaya peningkatan penerimaan negara juga dilakukan terutama dari sektor perpajakan.
Langkah tersebut mencakup digitalisasi perpajakan menggunakan sistem Coretax, optimalisasi penerimaan dari kenaikan harga komoditas, serta perbaikan pengelolaan restitusi pajak.
Pemerintah juga mengoptimalkan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara sebagai alternatif sumber pembiayaan di luar APBN.
- Penulis :
- Shila Glorya








