HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok 3,38 Persen ke Level 7.129, Sentimen Energi Global Tekan Bursa

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Anjlok 3,38 Persen ke Level 7.129, Sentimen Energi Global Tekan Bursa
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah tajam sebesar 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49 pada Jumat, 24 April 2026.

Indeks LQ45 turut terkoreksi 25,12 poin atau 3,51 persen ke level 690,76 seiring tekanan pasar yang dipicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah sepanjang sesi pertama hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh sektor mengalami penurunan dengan sektor barang konsumen non primer turun 4,14 persen, sektor infrastruktur melemah 4,03 persen, dan sektor energi terkoreksi 3,82 persen.

Sentimen Global Tekan Pasar

Pelemahan pasar saham dipicu kenaikan harga minyak dunia akibat ketidakpastian pasokan energi global.

Mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga energi.

Analis Maximilianus Nico Demus menyatakan, "Bursa regional Asia sebagian besar melemah pada hari Jumat seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz,".

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee oleh Federal Reserve dengan proyeksi suku bunga berada di kisaran 3,53 hingga 3,75 persen.

Selain itu, investor menunggu rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat seperti consumer confidence, data perumahan, PDB kuartal I-2026, personal income dan personal spending, indeks PCE prices, serta ISM manufacturing index.

Tekanan Domestik dan Kinerja Perdagangan

Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari penurunan outlook kredit oleh Fitch Ratings terhadap empat bank besar yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, dan Bank Negara Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan mengamankan 150 juta barel minyak Rusia untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Di kawasan Asia, pelaku pasar turut mencermati rilis data ekonomi seperti PDB, inflasi, dan tingkat pengangguran serta keputusan Bank of Japan yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen.

Sementara itu, European Central Bank dan Bank of England diproyeksikan menahan suku bunga masing-masing di level 2,15 persen dan 3,75 persen.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.685.048 kali transaksi dengan total 47,12 miliar saham diperdagangkan senilai Rp24,34 triliun.

Sebanyak 83 saham menguat, 670 saham melemah, dan 62 saham stagnan.

Saham dengan penguatan terbesar antara lain PSDN, BNBA, BRNA, CTTH, dan SMMT, sedangkan saham dengan pelemahan terdalam meliputi AMIN, SKBM, LPPF, KRYA, dan HOPE.

Di bursa regional, indeks Nikkei naik 0,91 persen ke 59.680,00 dan Hang Seng menguat 0,24 persen ke 25.978,07, sementara indeks Shanghai turun 0,33 persen ke 4.079,90 dan Strait Times melemah 0,43 persen ke 4.922,86.

Penulis :
Shila Glorya