Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Ribuan Orang Dievakuasi saat Topan Talim Terjang China Selatan dan Vietnam

Oleh M Abdan Muflih
SHARE   :

Ribuan Orang Dievakuasi saat Topan Talim Terjang China Selatan dan Vietnam
Pantau – Seperempat juta orang dievakuasi di China Selatan dan Vietnam sebelum sebuah topan besar menerjang daratan pada Senin (17/7/2023), membawa angin kencang dan hujan serta memaksa pembatalan ratusan penerbangan dan kereta api.

Badan Meteorologi China mengatakan bahwa topan Talim, topan keempat tahun ini, mendarat di pesisir provinsi Guangdong sekitar pukul 22.20 waktu setempat, dengan kecepatan angin maksimum 136,8 km/jam.

Gelombang badai dan hujan deras juga menghantam garis pantai selatan dari provinsi Guangdong hingga Hainan pada Senin malam, katanya.

Peramal cuaca telah mengeluarkan peringatan oranye, di mana itu merupakan peringatan tertinggi kedua dalam sistem kode warna empat tingkat.

Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, hampir 230.000 orang di Guangdong dievakuasi ke tempat yang aman sebelum badai tiba, termasuk lebih dari 8.000 pekerja tambak ikan yang dibawa ke darat. Pihak berwenang setempat juga memerintahkan penutupan puluhan destinasi wisata pantai, tambahnya.

Badan meteorologi mengatakan bahwa badai tersebut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 20 km/jam dan dapat menyapu wilayah Guangxi pada Selasa pagi. Talim dapat kehilangan kecepatan pada Selasa pagi dan "melemah dan menghilang di atas Vietnam utara" pada hari Rabu, katanya.

Pihak berwenang di Vietnam mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk mengevakuasi sekitar 30.000 orang dari daerah-daerah yang diperkirakan akan terkena dampak paling parah di provinsi Quang Ninh dan Hai Phong mulai Senin sore.

“Talim mungkin merupakan salah satu yang terbesar yang melanda Teluk Tonkin dalam beberapa tahun terakhir," kata komite tanggap bencana Vietnam dalam sebuah pernyataan online.

Para turis disarankan untuk meninggalkan pulau-pulau terpencil dan maskapai penerbangan telah menjadwal ulang layanan mereka untuk menghindari badai.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengarahkan tim tanggap bencana untuk mempersiapkan "penyelamatan dan bantuan segera" pada Minggu malam, dan memperingatkan akan adanya kemungkinan banjir.
Penulis :
M Abdan Muflih