Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Netumbo Nandi-Ndaitwah jadi Presiden Wanita Pertama Namibia

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Netumbo Nandi-Ndaitwah jadi Presiden Wanita Pertama Namibia
Foto: Netumbo Nandi-Ndaitwah, calon presiden SWAPO, mengepalkan tangan saat kampanye di Windhoek, 24 November 2024, jelang Pemilu Namibia. (Getty Images)

Pantau - Netumbo Nandi-Ndaitwah terpilih sebagai Presiden Namibia. Dia menjadi presiden wanita pertama di negara tersebut.

Hasil resmi yang dirilis KPU Namibia pada Selasa (3/12/2024) menunjukkan Nandi-Ndaitwah (72) memenangkan 57 persen suara.

Kemenangan ini melampaui prediksi yang memperkirakan dia mungkin harus menghadapi putaran kedua

"Rakyat Namibia telah memilih perdamaian dan stabilitas," ujar Nandi-Ndaitwah setelah dinyatakan sebagai presiden terpilih, melansir Al Jazeera, Rabu (4/12/2024).

Kemenangan dirinya memperkuat kekuasaan partai penguasa, South West Africa People's Organisation (SWAPO), yang telah memerintah selama 34 tahun sejak Namibia merdeka dari apartheid Afrika Selatan pada 1990.

Namun, hasil Pemilu ini menuai kontroversi. Sejumlah partai oposisi menolak hasil tersebut, dengan alasan proses Pemilu diwarnai kendala teknis, seperti minimnya kertas suara yang menimbulkan perpanjangan pemungutan suara hingga Sabtu (30/11/2024).

Antrean panjang membuat beberapa pemilih menyerah kelelahan setelah menunggu hingga 12 jam pada hari pertama Pemilu.

Oposisi mengklaim perpanjangan waktu pemungutan suara ini ilegal dan berencana menggugat hasil pemilu di pengadilan.

Panduleni Itula, kandidat oposisi utama dari partai Independent Patriots for Change (IPC), memperoleh 25,5 persen suara, menurut data komisi pemilu.

"Hukum telah dilanggar secara serius, dan pemilu ini sama sekali tidak bisa disebut bebas, adil, atau sah," kata Itula pada Sabtu (30/11/2024).

Nandi-Ndaitwah diangkat menjadi Wakil Presiden (Wapres) pada Februari 2024 setelah Presiden Hage Geingob meninggal saat menjabat.

Meskipun berkuasa selama puluhan tahun, SWAPO kehilangan kepercayaan generasi muda karena tingginya tingkat pengangguran dan ketimpangan yang terus berlangsung.

Sebagai informasi, Nandi-Ndaitwah memulai karier politiknya dengan bergabung dalam gerakan bawah tanah untuk kemerdekaan Namibia pada 1970-an.

Setelah kembali dari Inggris, Nandi-Ndaitwah masuk DPR Namibia pada 1990 dan menjabat sebagai menteri dalam berbagai posisi selama bertahun-tahun.

Baca juga:

Penulis :
Khalied Malvino
Editor :
Khalied Malvino