
Pantau - Pasukan Israel menggempur Rumah Sakit Indonesia yang berada di Jalur Gaza utara, mengakibatkan sedikitnya 55 orang terjebak di dalam bangunan, termasuk empat dokter dan delapan perawat.
Laporan dari media Al Jazeera menyebutkan bahwa RS Indonesia merupakan satu-satunya fasilitas medis yang masih aktif di wilayah utara Gaza, sehingga serangan ini dikhawatirkan akan melumpuhkan total pelayanan kesehatan di kawasan tersebut.
Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan gerbang rumah sakit dan merobohkan tembok utara menggunakan buldoser. Suara tembakan juga terdengar di sekitar rumah sakit saat serangan berlangsung.
Serangan Dilanjutkan Usai Hamas Tolak Gencatan Senjata, Akses Bantuan Ditutup
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer lanjutan yang dimulai sejak malam 18 Maret 2025, setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas berakhir pada 1 Maret.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa tindakan militer dilanjutkan karena Hamas menolak rencana gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat, termasuk proposal pembebasan sandera.
Selain serangan langsung ke rumah sakit, Israel juga memutus pasokan listrik ke fasilitas penting seperti pabrik desalinasi di Jalur Gaza dan menutup akses truk bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Kondisi ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, terutama bagi warga sipil dan pasien yang bergantung pada layanan medis.
- Penulis :
- Balian Godfrey
- Editor :
- Balian Godfrey








