Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Berharap Penyeberangan Rafah Dapat Dilalui Kargo Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Berharap Penyeberangan Rafah Dapat Dilalui Kargo Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Foto: (Sumber: Arsip foto - Sebuah truk kembali ke Mesir dari Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah, Palestina (30/11/2023). (ANTARA/Xinhua/Sui Xiankai/aa.))

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa berharap penyeberangan Rafah dapat digunakan untuk pengiriman kargo bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setelah rencana pembukaan kembali pos tersebut pada Ahad, 1 Februari 2026.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers di Markas PBB pada Jumat, 30 Januari 2026.

Farhan Haq menegaskan bahwa PBB berharap pembukaan Rafah tidak hanya untuk pergerakan orang, tetapi juga pengiriman logistik kemanusiaan.

"Kami tentu berharap Rafah juga dapat digunakan untuk pergerakan kargo. Mengaktifkan kembali pergerakan kargo melalui penyeberangan Rafah sangat penting untuk meningkatkan volume pasokan kemanusiaan yang masuk ke Gaza," ungkap Farhan Haq.

Dorong Peningkatan Bantuan Kemanusiaan

Farhan Haq menyampaikan bahwa pengaktifan kembali jalur kargo melalui Rafah dinilai krusial untuk meningkatkan volume bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Ia menambahkan bahwa pembukaan jalur tersebut juga akan memperluas respons kemanusiaan, termasuk bagi warga yang meninggalkan Jalur Gaza.

Menurut Haq, akses kargo yang memadai akan memperkuat kemampuan PBB dan mitra kemanusiaan dalam menjangkau kelompok rentan.

Prinsip Pergerakan Warga Sipil

Farhan Haq menegaskan bahwa PBB secara konsisten menyampaikan prinsip terkait pergerakan warga sipil di wilayah konflik.

"Kami telah berulang kali menjelaskan bahwa mereka yang memilih untuk pergi atau kembali harus dapat melakukannya secara sukarela dan aman," ujarnya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Israel mengumumkan pembukaan kembali pos pemeriksaan Rafah di perbatasan Jalur Gaza dan Mesir.

Pembukaan pos pemeriksaan Rafah dijadwalkan mulai 1 Februari 2026 untuk mendukung pergerakan terbatas orang di kedua arah.

Penulis :
Aditya Yohan