
Pantau - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah menjajaki peluang penempatan pekerja migran asal Indonesia ke Kroasia untuk menjawab tingginya permintaan tenaga kerja di negara Eropa Tenggara tersebut.
Kroasia Hadapi Kekurangan Tenaga Terampil, Indonesia Ambil Peluang
Wakil Menteri P2MI, Christina, melakukan pertemuan resmi dengan Sekretaris Negara Kementerian Tenaga Kerja, Sistem Pensiun, Keluarga, dan Kebijakan Sosial Kroasia, Ivan Vidis, pada Sabtu (29/11/2025).
"Untuk Indonesia, hingga 30 Mei 2025 baru sekitar 524 izin kerja yang diterbitkan bagi pekerja migran kita. Angka ini masih jauh dibanding pekerja Filipina yang jumlahnya mencapai hampir 15.000 orang", ujar Christina.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan Kroasia, sepanjang tahun 2025 telah diterbitkan 286.000 izin kerja dan izin tinggal bagi pekerja asing.
Dari total tersebut, lebih dari 56.000 izin diberikan untuk sektor hospitality dengan upah minimum sekitar 900 hingga 1.050 euro per bulan (bruto), atau setara Rp17 juta hingga Rp20 juta.
Duta Besar RI untuk Kroasia, Suwartini Tirta, bersama Ivan Vidis, mengungkapkan bahwa Kroasia mengalami defisit tenaga kerja terampil di beberapa sektor utama, seperti:
Kesehatan (terutama perawat dan caregiver lansia)
Konstruksi (pekerja umum dan teknisi las)
Hospitality (perhotelan dan restoran)
"Karena itu kami ingin mendiskusikan kemungkinan membuka peluang lebih besar untuk pekerja migran dari Indonesia", ujar Ivan Vidis.
Skema G2G Dinilai Lebih Aman dan Terstruktur
Christina menjelaskan bahwa saat ini jumlah pekerja migran asal Indonesia di Kroasia masih sangat kecil, namun peluang kerja sama terbuka lebar jika difokuskan melalui skema government to government (G2G).
Skema ini dinilai lebih aman dan terstruktur dibandingkan private to private (P2P), karena mampu menekan risiko perpindahan ilegal ke negara-negara Eropa Barat setelah pekerja tiba di Kroasia.
"Pemerintah Kroasia telah menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan draf naskah kerja sama G2G yang biasa mereka gunakan", kata Christina.
Ia menambahkan, Kroasia saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam penyediaan tenaga kerja terampil, sehingga menjadi momentum tepat bagi Indonesia untuk memperluas penempatan tenaga kerja secara resmi dan aman.
- Penulis :
- Gerry Eka







