
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina kini berada pada titik terdekat sejak konflik pecah pada 2022.
Pernyataan ini disampaikan Trump usai melakukan diplomasi intensif dengan para pemimpin dari Eropa, Ukraina, dan Rusia.
Diplomasi Intensif dan Optimisme Perdamaian
"Saya pikir sekarang kita lebih dekat daripada sebelumnya dan kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan. Kami ingin menyelamatkan banyak nyawa," ujar Trump dalam keterangan pers.
Ia menyebut pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sejumlah pemimpin Eropa berlangsung secara luas dan produktif.
Trump mengatakan telah berdialog dengan pemimpin dari Jerman, Italia, Finlandia, Prancis, Inggris, Polandia, Norwegia, Denmark, Belanda, serta dengan pihak NATO.
Semua pembicaraan tersebut disebutnya sebagai "pembahasan yang panjang dan berjalan dengan baik".
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan menyampaikan keyakinannya bahwa kedua pihak sama-sama ingin agar perang segera berakhir.
" Kami telah melakukan pembicaraan yang baik dengan Rusia, dan saya pikir mereka ingin kembali ke kehidupan yang lebih normal," katanya.
90 Persen Isu Telah Disepakati, Perundingan Berlanjut
Meskipun tidak ada rincian lebih lanjut mengenai isi perundingan, seorang pejabat AS menyampaikan bahwa Trump merasa sangat puas dengan kemajuan pembicaraan yang sedang berlangsung di Eropa.
Menurut pejabat tersebut, sekitar 90 persen isu antara para pihak telah disepakati, namun masih ada sejumlah poin krusial yang perlu dirumuskan lebih lanjut.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah usulan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Usulan tersebut mencakup skema perlindungan yang menyerupai Pasal Lima NATO, yang mengatur prinsip pertahanan kolektif antaranggota aliansi.
Trump, menurut para pejabat, bersedia membawa usulan jaminan keamanan tersebut ke Senat AS untuk diratifikasi.
Sejak hari Minggu, perundingan intensif berlangsung di Berlin, melibatkan delegasi dari Ukraina, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa.
Tujuan perundingan adalah mempersempit perbedaan pandangan dan membangun kerangka kesepakatan damai.
Para negosiator dijadwalkan kembali bertemu pada akhir pekan ini, dengan lokasi pertemuan lanjutan kemungkinan di Miami, Florida.
Pejabat AS menyatakan bahwa dorongan dari Washington bertujuan untuk mempercepat tercapainya kesepakatan damai yang komprehensif dan dapat diterima semua pihak.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya memuji upaya diplomatik Amerika Serikat dan menyebut pertemuan mengenai Ukraina sebagai "perlu, bermanfaat".
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti









