
Pantau - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan peninjauan terhadap lembaga intelijen dan penegak hukum setelah terjadinya penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember 2025 yang menewaskan 15 orang dan melukai 42 orang.
Insiden Penembakan di Pantai Bondi
Pada 14 Desember 2025, seorang pria bersama putranya melakukan penembakan yang mengakibatkan korban jiwa dan luka parah. Polisi menyebut insiden ini sebagai serangan teroris, yang mengguncang masyarakat Australia.
Peninjauan Lembaga Intelijen dan Penegak Hukum
Sebagai tanggapan, pemerintah Australia memulai peninjauan terhadap lembaga-lembaga federal seperti Australian Security Intelligence Organisation (ASIO) dan Kepolisian Federal Australia. Peninjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi kewenangan, struktur, dan proses pengamanan yang ada. Dennis Richardson, mantan kepala ASIO, akan memimpin peninjauan ini.
Hari Refleksi Nasional
Sebagai penghormatan kepada para korban, Australia mengadakan Hari Refleksi Nasional. Perdana Menteri Albanese mengimbau masyarakat untuk tetap bersatu meskipun ada rencana aksi unjuk rasa yang berusaha memicu perpecahan setelah serangan tersebut.
Pernyataan Perdana Menteri
Dalam pernyataannya, Albanese menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk memecah belah masyarakat Australia, namun pemerintah akan berupaya untuk menjaga keamanan dan keharmonisan bangsa. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan situasi tetap terkendali dan aman bagi seluruh warga negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







