Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPOM RI dan TGA Australia Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dukung Negara Capai Maturitas Level 3 WHO

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPOM RI dan TGA Australia Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dukung Negara Capai Maturitas Level 3 WHO
Foto: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar bertemu dengan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia guna membahas penguatan kemitraan strategis di sektor kesehatan dan regulasi di kawasan Pasifik Barat (sumber: BPOM)

Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) berkolaborasi dengan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia untuk membantu negara lain mencapai Maturitas Level 3 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui penguatan kapasitas regulasi di kawasan Pasifik Barat.

Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Deputy Secretary of the Health Products Regulation Group TGA Anthony Lawler sebagai tindak lanjut penguatan kemitraan strategis sektor kesehatan dan regulasi.

Indonesia dan Australia telah memperoleh status WHO-Listed Authority yang menandai pengakuan global atas kapasitas sistem regulasi masing-masing negara sehingga pertemuan ini dinilai strategis untuk memperluas kolaborasi.

Kolaborasi Penguatan Kapasitas dan Reliance Regulasi

Kolaborasi kedua negara mencakup dukungan terhadap negara-negara yang tengah berupaya mencapai WHO Maturity Level 3 melalui pembangunan kapasitas, pertukaran pelatihan antarnegara, serta partisipasi dalam platform harmonisasi regional.

Taruna Ikrar menyampaikan, "Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini memberikan dampak nyata bagi perlindungan kesehatan masyarakat, mendorong inovasi, sekaligus memperkuat stabilitas regional di kawasan Pasifik Barat WHO,".

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kunjungan resmi Kepala BPOM ke Canberra pada Agustus 2025 yang menghasilkan peluncuran Program Magang Perdana di bawah skema Regulatory Strengthening Program Indo-Pasifik.

Taruna Ikrar menyatakan, "Program magang ini menjadi inisiatif pembangunan kapasitas yang sangat berharga. Transfer pengetahuan dan pengalaman langsung dari TGA mempercepat transformasi sistem pengawasan nasional menuju pendekatan yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis risiko,".

Selain pengembangan sumber daya manusia, kedua regulator membahas penguatan regulasi terapi lanjutan seperti Advanced Therapy Medicinal Products dan terapi gen, penguatan sistem uji klinis, serta regulasi rokok elektrik dan produk nikotin baru.

Kedua pihak juga menjajaki mekanisme asesmen bersama untuk mempercepat akses terhadap obat inovatif melalui penguatan reliance regulasi bilateral yang berlandaskan prinsip Good Reliance Practices sebagaimana direkomendasikan WHO.

Prinsip tersebut mencakup transparansi, dasar hukum yang jelas, konsistensi, serta penghormatan terhadap kedaulatan regulator nasional.

Anthony Lawler menyampaikan, "TGA memandang BPOM sebagai regulator yang semakin matang dan kredibel. Status WHO-Listed Authority yang kini dimiliki kedua negara membuka peluang untuk jalur reliance yang lebih terstruktur dan kolaborasi teknis yang lebih mendalam,".

Indonesia Dipromosikan sebagai Hub Uji Klinik Multinasional

Dalam pertemuan tersebut, BPOM juga mempromosikan potensi Indonesia sebagai hub uji klinik multinasional dengan dukungan sistem regulasi yang terintegrasi.

Indonesia menawarkan populasi yang besar dan beragam serta jejaring rumah sakit dan peneliti klinik yang luas untuk mendukung pelaksanaan uji klinik di kawasan Asia-Pasifik.

Kerja sama dengan TGA diharapkan dapat memperkuat kemitraan penelitian sekaligus memfasilitasi pelaksanaan uji klinik multinasional di kawasan Asia-Pasifik.

Penulis :
Shila Glorya