
Pantau - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Amelia Anggraini menilai pemerintah perlu memperkuat kerja sama intelijen internasional guna mencegah munculnya jalur baru penyelundupan narkoba.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul tewasnya gembong narkoba Meksiko Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho” dalam operasi militer di Jalisco pada Minggu 22 Februari 2026.
Amelia mengatakan bahwa pernyataan Badan Narkotika Nasional terkait keterkaitan bandar narkotika di Meksiko dengan jaringan penyelundupan ke Indonesia menambah dimensi keamanan yang semakin kompleks.
Menurut dia, situasi tersebut dapat membuka celah baru distribusi narkotika ke pasar-pasar yang sudah teridentifikasi, termasuk Indonesia.
“Pendekatan ini harus dilakukan secara terintegrasi antara diplomasi, intelijen, dan penegakan hukum,” kata Amelia.
Ia menilai kematian figur kunci dalam jaringan kartel tidak selalu menghentikan aktivitas kejahatan terorganisasi, melainkan berpotensi memicu fragmentasi kelompok dan perebutan kekuasaan internal.
Selain memperkuat kerja sama intelijen, pemerintah dinilai perlu meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk strategis serta memperdalam pertukaran data dengan aparat penegak hukum negara mitra.
Amelia menegaskan ancaman terhadap Indonesia tidak selalu berbentuk konflik bersenjata langsung, tetapi juga melalui jaringan kriminal transnasional yang bergerak dinamis mengikuti perubahan situasi global.
“Keamanan WNI dan ketahanan nasional harus dipastikan berjalan beriringan melalui respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis pada analisis risiko yang komprehensif,” ujarnya.
Sebelumnya, Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko menewaskan tujuh anggota Kartel Generasi Baru Jalisco termasuk pemimpinnya “El Mencho” dalam operasi di Tapalpa, yang merupakan basis CJNG, dengan dukungan Garda Nasional, intelijen nasional, Kejaksaan Agung, serta pesawat Angkatan Udara.
- Penulis :
- Aditya Yohan








