Pantau Flash
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam AS Akan Turun Tangan Jika Iran Bertindak Brutal terhadap Demonstran Damai

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Ancam AS Akan Turun Tangan Jika Iran Bertindak Brutal terhadap Demonstran Damai
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan turun tangan jika Iran bertindak brutal terhadap para demonstran damai yang turun ke jalan memprotes krisis ekonomi di negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat, 2 Januari 2026, melalui unggahan di platform Truth Social.

"Jika Iran menembak dan membunuh para pengunjuk rasa damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, AS akan turun tangan menyelamatkan para demonstran. Kami siap bertindak," tulisnya.

Krisis Ekonomi Picu Gelombang Aksi Unjuk Rasa

Aksi protes di Iran pertama kali pecah pada 28 Desember 2025 di kawasan Grand Bazaar, Teheran, dipicu oleh depresiasi tajam nilai tukar rial dan kondisi ekonomi yang memburuk.

Gelombang demonstrasi kemudian menyebar ke berbagai kota lain, termasuk Lordegan, Azna, dan Kuhdasht.

Media lokal Fars dan kelompok HAM Hengaw melaporkan adanya korban jiwa akibat bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Tercatat dua orang tewas di Lordegan, tiga orang tewas di Azna, dan satu orang tewas di Kuhdasht.

Pejabat lokal yang dikutip Fars menyebut sekitar 150 orang berunjuk rasa di Lordegan, dan beberapa di antaranya diduga menembak pasukan keamanan sehingga memicu bentrokan.

Respons Pemerintah Iran dan Sikap Trump

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui bahwa krisis ekonomi menjadi penyebab utama ketidakpuasan masyarakat.

Ia menyatakan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab atas kondisi tersebut dan meminta para pejabat untuk tidak menyalahkan pihak asing, termasuk Amerika Serikat.

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat seiring ancaman terbuka dari Trump yang menyatakan kesiapan AS untuk bertindak jika kekerasan terhadap demonstran berlanjut.

Penulis :
Gerry Eka