Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Denmark dan Enam Negara NATO Desak AS Hormati Kedaulatan Greenland, Tolak Gagasan Pengambilalihan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Denmark dan Enam Negara NATO Desak AS Hormati Kedaulatan Greenland, Tolak Gagasan Pengambilalihan
Foto: (Sumber: Ilustrasi Greenland, Denmark. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu))

Pantau - Denmark bersama enam negara anggota NATO mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan Greenland, menyusul kembalinya wacana Amerika Serikat untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris sebagai bentuk penolakan terhadap tekanan Amerika Serikat.

"Greenland milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan soal urusan Denmark dan Greenland," demikian isi pernyataan resmi yang disampaikan.

Stabilitas Arktik Jadi Prioritas Eropa

Ketujuh negara menegaskan bahwa keamanan kawasan Arktik adalah prioritas utama bagi Eropa, terutama mengingat meningkatnya dinamika geopolitik global.

Para sekutu NATO telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, dan investasi di kawasan Arktik untuk memastikan stabilitas regional.

"Keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif bersama sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip Piagam PBB tentang kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan," tegas para pemimpin negara NATO tersebut.

Mereka juga menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat tetap merupakan mitra penting dalam menjaga stabilitas kawasan Arktik.

Pernyataan ini juga merujuk pada perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat yang telah terjalin sejak tahun 1951.

Kekhawatiran Eropa atas Wacana Pengambilalihan Greenland

Presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah menyampaikan keinginannya untuk membeli atau mengambil alih Greenland dengan dalih kepentingan keamanan nasional dan strategi militer.

Gagasan tersebut menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan negara-negara Eropa, terutama setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela yang menyebabkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dengan tegas meminta AS untuk "menghentikan ancaman" terhadap sekutu historisnya dan menolak ide pengambilalihan paksa atas Greenland.

Beberapa negara Uni Eropa turut menyuarakan dukungan kuat terhadap Denmark dan rakyat Greenland, serta menolak gagasan bahwa masa depan Greenland dapat ditentukan oleh kekuatan luar.

Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa semua keputusan mengenai masa depan Greenland harus dibuat oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri, sesuai dengan hukum internasional.

Greenland: Wilayah Strategis dan Bagian dari NATO

Greenland merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark dengan jumlah penduduk sekitar 57.000 jiwa.

Sebagai bagian dari aliansi militer NATO, Greenland memiliki posisi strategis di kawasan Arktik.

Pernyataan bersama dari ketujuh negara NATO mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap retorika pencaplokan dan penekanan pentingnya menjaga tatanan keamanan kolektif di kawasan Arktik.

Penulis :
Ahmad Yusuf