Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Tuntut Venezuela Hentikan Kerja Sama dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba sebelum Produksi Minyak Ditingkatkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Tuntut Venezuela Hentikan Kerja Sama dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba sebelum Produksi Minyak Ditingkatkan
Foto: (Sumber: Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU)

Pantau - Amerika Serikat dilaporkan menuntut agar pemerintah Venezuela menghentikan seluruh bentuk kerja sama dengan empat negara, yakni Rusia, China, Iran, dan Kuba, sebagai prasyarat untuk membuka kembali akses Venezuela dalam meningkatkan produksi minyak.

Informasi ini dilaporkan oleh stasiun televisi ABC News yang mengutip beberapa sumber diplomatik, dan menyebut bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyampaikan langsung tuntutan ini kepada Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez.

Tuntutan ini disebut sebagai langkah awal sebelum Amerika Serikat memberikan izin atau kerja sama lebih lanjut terkait produksi dan ekspor minyak Venezuela.

AS Desak Kerja Sama Eksklusif Minyak dan Preferensi Penjualan

Dalam daftar tuntutannya, pemerintah AS tidak hanya meminta penghentian hubungan strategis Venezuela dengan negara-negara sekutu seperti Rusia, China, Iran, dan Kuba, tetapi juga mendorong agar Venezuela menjalin kerja sama eksklusif dengan Amerika Serikat dalam sektor minyak.

Selain itu, Venezuela juga diminta untuk memberikan preferensi kepada AS dalam penjualan minyak mentah berat yang menjadi komoditas andalan negara tersebut.

Latar Belakang: Penangkapan Maduro dan Tuduhan Narkoterorisme

Tuntutan ini muncul hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran ke Venezuela pada 3 Januari.

Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan kemudian dibawa ke New York.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa keduanya akan diadili atas tuduhan terlibat dalam jaringan "narkoterorisme".

Trump menegaskan bahwa Maduro dan Flores merupakan ancaman, termasuk bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf