Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Yunani Tegaskan Tidak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina, Dukung Bantuan Non-Militer dan Pengawasan Maritim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Yunani Tegaskan Tidak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina, Dukung Bantuan Non-Militer dan Pengawasan Maritim
Foto: (Sumber: Arsip foto - Tentara Ukraina menembakkan artileri D-30 ke posisi Rusia di arah Klishchiivka saat perang Rusia-Ukraina berlanjut di wilayah Donetsk, Ukraina (12/8/2023). ANTARA/Anadolu Agency/Diego Herrera Carcedo/aa.)

Pantau - Pemerintah Yunani menyatakan secara tegas bahwa mereka tidak akan mengerahkan pasukan militer ke wilayah Ukraina, meskipun mendukung upaya bantuan lain di luar zona konflik.

Tegaskan Sikap, Yunani Dorong Bantuan Non-Militer

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Yunani menegaskan posisi negaranya terkait wacana pengerahan pasukan Eropa ke Ukraina.

"Yunani tidak akan berpartisipasi dalam pengerahan pasukan militer Eropa di wilayah Ukraina, seperti yang telah dijelaskan oleh perdana menteri," demikian pernyataan tersebut.

Meski menolak keterlibatan militer langsung, Yunani tetap membuka peluang memberikan bentuk bantuan lain, termasuk dalam bidang pengawasan maritim.

Pernyataan ini disampaikan di tengah berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi Koalisi Sukarela yang digelar di Paris pada Selasa.

Pertemuan tersebut membahas jaminan keamanan untuk Ukraina dan salah satu agendanya adalah pembentukan pasukan multinasional.

Dorong Strategi Bersama Eropa, Kroasia Ambil Sikap Serupa

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan pentingnya koordinasi posisi antarnegara Eropa.

Ia menilai Uni Eropa harus memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi dinamika perundingan dengan Amerika Serikat dan Rusia.

Sikap serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic, yang melalui platform sosial X menyatakan bahwa Kroasia tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.

Dalam pertemuan di Paris, turut hadir utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, menandakan keterlibatan aktif AS dalam koordinasi strategi keamanan kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan