
Pantau - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Jumat (9 Januari 2026), menyerukan kepada seluruh rakyat Iran untuk menjaga persatuan di tengah gelombang unjuk rasa yang melanda sejumlah kota besar di negaranya.
Khamenei Tuduh Demonstran Coba Menyenangkan AS
Dalam pidato kenegaraan yang disiarkan secara langsung di televisi nasional, Khamenei menyatakan bahwa sebagian demonstran bertindak demi kepentingan asing, terutama Amerika Serikat.
Ia menuding para pengunjuk rasa telah "merusak jalanan milik mereka sendiri untuk menyenangkan presiden negara lain", ungkapnya, merujuk pada Presiden AS, Donald Trump.
Khamenei juga mengkritik tajam kepemimpinan Amerika Serikat dan mengatakan bahwa mereka seharusnya "fokus pada masalah di negaranya sendiri", ia mengungkapkan dalam pidatonya.
Pemimpin tertinggi Iran itu menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap aksi-aksi yang dianggap merusak ketertiban umum.
"Iran tidak akan mundur dalam menghadapi para penyabot," tegasnya.
Protes Dipicu Krisis Ekonomi, Internet Dipadamkan
Gelombang unjuk rasa yang kini terjadi dipicu oleh penurunan tajam nilai tukar rial serta kesulitan ekonomi yang meluas di berbagai kota sejak akhir Desember 2025.
Aksi-aksi protes ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga kini.
Terdapat laporan mengenai bentrokan mematikan antara aparat keamanan dan kelompok yang oleh pemerintah disebut sebagai "para perusuh".
Sejak Kamis (8 Januari), pemerintah Iran melakukan pemadaman internet skala besar yang mengakibatkan gangguan signifikan pada komunikasi serta media lokal.
Akibat ketidakstabilan yang terjadi, sejumlah maskapai internasional seperti dari Turkiye dan Uni Emirat Arab telah membatalkan penerbangan ke dan dari Iran.
- Penulis :
- Shila Glorya








