
Pantau - Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu memperingatkan seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Venezuela karena situasi keamanan yang dinilai masih sangat tidak stabil.
Imbauan tersebut disampaikan bersamaan dengan dimulainya kembali penerbangan internasional dari dan ke Venezuela.
Biro Urusan Konsuler menyebutkan adanya laporan aktivitas kelompok milisi bersenjata yang dikenal sebagai colectivos di sejumlah wilayah.
Kelompok colectivos dilaporkan mendirikan blokade jalan dan menghentikan kendaraan untuk melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan itu dilakukan guna mencari bukti apakah penumpang merupakan warga negara Amerika Serikat atau pendukung AS.
Warga negara AS diminta tetap waspada, berhati-hati saat melakukan perjalanan darat, serta memantau komunikasi resmi dan situs web maskapai penerbangan untuk mendapatkan informasi terbaru.
Venezuela saat ini masuk dalam kategori Level 4 Peringatan Perjalanan AS atau “Jangan Bepergian”.
Level peringatan tertinggi ini ditetapkan karena adanya risiko serius seperti penahanan ilegal, penyiksaan selama penahanan, terorisme, penculikan, penegakan hukum yang sewenang-wenang, kejahatan, kerusuhan sipil, serta buruknya infrastruktur kesehatan.
Pada 3 Januari dini hari waktu setempat, Amerika Serikat dilaporkan melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela.
Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya disebut diculik oleh pasukan Amerika Serikat.
Serangan dan penculikan yang dilaporkan itu menuai kecaman serta kekhawatiran dari berbagai negara di dunia terkait meningkatnya eskalasi konflik internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka








