Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Eropa Bahas Penempatan Pasukan NATO di Greenland, Respon Kekhawatiran atas Wacana Aneksasi AS

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Eropa Bahas Penempatan Pasukan NATO di Greenland, Respon Kekhawatiran atas Wacana Aneksasi AS
Foto: (Sumber: Ilustrasi Greenland. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu).)

Pantau - Inggris bersama sejumlah sekutu Eropa di NATO tengah membahas kemungkinan penempatan pasukan aliansi di Greenland, menyusul kekhawatiran terhadap wacana aneksasi pulau tersebut oleh Amerika Serikat.

Harian The Telegraph melaporkan bahwa pejabat Inggris telah melakukan pertemuan dengan mitra mereka dari Prancis dan Jerman guna membahas langkah awal rencana pengerahan personel militer, kapal perang, dan pesawat ke kawasan Arktik.

Pembahasan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan yang dikaitkan dengan aktivitas Rusia dan China di wilayah tersebut.

Tekanan AS dan Reaksi Eropa

Negara-negara Eropa berharap bahwa peningkatan kehadiran militer NATO di Arktik dapat meyakinkan Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak perlu menguasai Greenland demi alasan keamanan.

Sebelumnya, Daily Mail melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan komandan pasukan operasi khusus AS untuk menyusun rencana invasi ke Greenland.

Stephen Miller, penasihat kebijakan Trump, disebut sebagai salah satu tokoh utama di balik dorongan aneksasi tersebut.

Dalam wawancara dengan The Atlantic pekan lalu, Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat “mutlak” membutuhkan Greenland, dengan alasan pulau itu “dikepung kapal-kapal Rusia dan China.”

Pernyataan Trump memicu reaksi keras dari Denmark.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, secara terbuka mendesak Trump untuk menghentikan ancaman aneksasi terhadap wilayah otonom tersebut.

Posisi Strategis dan Status Greenland

Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark dan memiliki pemerintahan sendiri dengan kewenangan luas dalam urusan domestik.

Namun, urusan kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat Denmark di Kopenhagen.

Pulau terbesar di dunia ini memiliki posisi strategis di wilayah Arktik dan dikenal kaya akan sumber daya alam, menjadikannya wilayah yang krusial dalam dinamika geopolitik global.

Greenland dulunya merupakan koloni Denmark dan secara resmi menjadi bagian dari Kerajaan Denmark pada tahun 1953, sebelum memperoleh status otonomi pada 2009.

Penulis :
Gerry Eka