
Pantau - Pemerintah China menegaskan bahwa hubungan antarnegara harus didasarkan pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa AS membutuhkan Greenland karena kekhawatiran terhadap kehadiran Rusia dan China di wilayah Arktik.
China Soroti Piagam PBB dan Hak Aktivitas di Arktik
"China selalu percaya bahwa hubungan antar negara harus ditangani sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (12/1).
Mao Ning juga menekankan bahwa kawasan Arktik adalah wilayah yang menjadi kepentingan bersama komunitas internasional dan aktivitas China di sana bertujuan untuk perdamaian serta pembangunan berkelanjutan.
"Aktivitas China di Arktik kondusif untuk perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. Aktivitas tersebut sejalan dengan hukum internasional," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hak dan kebebasan negara untuk melakukan aktivitas di Arktik sesuai dengan hukum internasional harus dihormati sepenuhnya.
"AS tidak boleh menggunakan negara lain sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," tegas Mao Ning.
Trump Sebut Greenland Penting untuk Hadapi Rusia dan China
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat "mutlak" membutuhkan Greenland karena pulau tersebut "dikepung kapal-kapal Rusia dan China".
"Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China," kata Trump di Gedung Putih pada Jumat.
Trump menyatakan akan membuat kesepakatan untuk mendapatkan Greenland dengan "cara mudah" atau "cara sulit", serta menambahkan bahwa AS akan mengambil tindakan "tidak peduli mereka suka atau tidak".
Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyarankan agar Trump bekerja sama melalui kerangka NATO untuk menghadapi "ancaman" dari kehadiran Rusia dan China di kawasan Arktik.
China Sudah Lama Bangun Kepentingan di Arktik
China sejak 2018 telah menerbitkan buku putih Jalan Sutra Kutub yang menjelaskan pembangunan infrastruktur dan pelayaran niaga, termasuk pembukaan jalur pengiriman di kawasan es Arktik.
Salah satu kepentingan utama China adalah proyek gas alam cair yang dikelola Yamal di Rusia dan diperkirakan memasok China sebanyak empat juta ton per tahun, menurut laporan surat kabar Harian China.
Pengiriman melalui jalur pelayaran Utara diklaim dapat memangkas waktu tempuh hampir 20 hari dibandingkan rute tradisional melalui Terusan Suez.
Perusahaan pelayaran China, COSCO Shipping, juga telah melakukan pelayaran melalui jalur Timur Laut Kutub Utara sebagai bagian dari inisiatif tersebut.
Greenland dalam Sorotan Global
Greenland, yang terletak di kawasan Arktik, memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam urusan domestik.
Namun, kebijakan luar negeri dan pertahanan Greenland tetap berada di bawah kendali Kopenhagen, Denmark.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada tahun 2009.
- Penulis :
- Shila Glorya








