
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Serang, Banten, mencatat banjir merendam 1.579 rumah dan memaksa 501 warga mengungsi akibat cuaca ekstrem sejak Minggu, 11 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan menyampaikan banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak akhir pekan.
Ketinggian banjir di wilayah terdampak bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga 120 sentimeter.
Total warga terdampak banjir di Kota Serang mencapai 6.105 jiwa.
Jumlah warga terdampak tersebut berasal dari 1.658 kepala keluarga.
"Total warga yang terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut sebanyak 501 jiwa harus mengungsi karena kondisi air yang cukup tinggi di permukiman mereka," ungkap Diat Hermawan.
Banjir di Kota Serang tersebar di enam kecamatan, yakni Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.
Wilayah dengan ketinggian air tertinggi berada di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen.
Ketinggian air di Lingkungan Tanggul Jaya mencapai 120 sentimeter.
Di lokasi tersebut tercatat sebanyak 167 jiwa mengungsi.
Pengungsian juga terjadi di Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, dengan jumlah pengungsi mencapai 200 jiwa.
Selain itu, pengungsian tercatat di Kelurahan Panancangan dengan jumlah 50 jiwa.
BPBD Kota Serang telah mendirikan tenda pengungsian di sejumlah lokasi terdampak parah.
"Kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, untuk menampung warga," kata Diat Hermawan.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan sembilan kejadian pohon tumbang.
Pohon tumbang tersebut sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.
Sebanyak 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat angin kencang dan dampak bencana lainnya.
BPBD Kota Serang terus melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan meskipun kondisi cuaca pada siang hari terpantau cerah berawan.
Petugas tetap disiagakan untuk membantu evakuasi warga serta pembersihan lokasi terdampak bencana.
Diat Hermawan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







