Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Sebut Pernyataan Trump dan Netanyahu Picu Eskalasi Kekerasan di Teheran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Sebut Pernyataan Trump dan Netanyahu Picu Eskalasi Kekerasan di Teheran
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Aksi protes di Iran. Anadolu/as. (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu yang bersifat provokatif telah memicu peningkatan kekerasan teroris dan destabilisasi sosial di Teheran.

Kedutaan Besar Iran menilai sikap dan pernyataan Amerika Serikat serta Israel berperan dalam memperkeruh situasi keamanan dan sosial di Iran.

Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan di Jakarta, Kedutaan Besar Iran menyebut “Republik Islam Iran menyatakan kekhawatiran yang mendalam dan serius atas peran sikap dan intervensi terang-terangan dari beberapa aktor asing, terutama AS dan rezim Zionis,” ungkapnya.

Kedutaan menegaskan pernyataan eksplisit dan intervensionis dari pejabat Amerika Serikat dan Israel mengandung provokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan.

Iran menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tuduhan Pelanggaran Kedaulatan dan Hukum Internasional

Iran menekankan bahwa intervensi Amerika Serikat melanggar prinsip kedaulatan nasional, prinsip nonintervensi dalam urusan internal negara, serta larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.

Iran menyatakan setiap hasutan, dukungan, atau fasilitasi terhadap tindakan kekerasan dan subversif di dalam negara berdaulat merupakan pelanggaran hukum internasional.

Iran menegaskan negara yang melakukan campur tangan atas tindakan tersebut menanggung tanggung jawab langsung menurut hukum internasional.

Dalam pernyataan lanjutan, Kedutaan Besar Iran menyebut “Upaya untuk mengeksploitasi tuntutan ekonomi rakyat Iran sebagai dalih untuk memberikan tekanan politik, perang psikologis, atau bahkan ancaman militer merupakan pelanggaran nyata terhadap kemerdekaan dan integritas teritorial Republik Islam Iran,” tegasnya.

Kronologi Unjuk Rasa dan Tanggapan Trump

Kedutaan Besar Iran menjelaskan unjuk rasa di Iran dimulai pada 28 Desember 2025 akibat fluktuasi nilai tukar yang melibatkan serikat pekerja serta kelompok ekonomi pengusaha dan pedagang di Teheran.

Aksi unjuk rasa tersebut disebut berlangsung damai dengan tuntutan utama pengembalian stabilitas pasar dan penerapan langkah-langkah ekonomi yang efektif.

Otoritas dan lembaga terkait di Iran dinyatakan telah memperhatikan serta menindaklanjuti tuntutan ekonomi para pengunjuk rasa.

Berdasarkan dokumentasi yang ada, sebagian unjuk rasa damai disalahgunakan oleh sejumlah kecil elemen kekerasan yang berafiliasi dengan gerakan yang disetir dari luar negeri.

Elemen kekerasan tersebut menyebabkan perusakan properti publik dan penyerangan terhadap aparat penegak hukum.

Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa “Tindakan-tindakan ini tidak ada hubungannya dengan tuntutan ekonomi yang sah dan dianggap berada di luar cakupan perlindungan terhadap unjuk rasa damai menurut hukum hak asasi manusia internasional,” ungkapnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali memberikan komentar terkait aksi unjuk rasa yang meluas di Iran.

Pada Selasa, 13 Januari 2026, Donald Trump menyatakan Amerika Serikat siap mengambil tindakan sangat keras jika laporan rencana eksekusi terhadap demonstran Iran terbukti benar.

Donald Trump mengatakan “Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf