
Pantau - Komisi Eropa resmi menyetujui rencana pertahanan nasional delapan negara anggota Uni Eropa melalui instrumen pinjaman Aksi Keamanan untuk Eropa (SAFE), sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan kolektif di kawasan tersebut.
Belgia hingga Rumania Terima Persetujuan Pendanaan Pertahanan
Delapan negara yang menerima persetujuan pinjaman dari Komisi Eropa adalah Belgia, Bulgaria, Denmark, Spanyol, Kroasia, Siprus, Portugal, dan Rumania.
Komisi telah mengajukan proposal kepada Dewan Uni Eropa untuk menyetujui pemberian bantuan keuangan tersebut.
Dewan memiliki waktu empat minggu untuk mengambil keputusan pelaksanaan sebelum perjanjian pinjaman dapat difinalisasi.
Pencairan dana pinjaman pertama dari program ini dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
SAFE: Instrumen Strategis untuk Ketahanan Eropa
Aksi Keamanan untuk Eropa (SAFE) merupakan instrumen pendanaan yang disepakati sejak Mei 2025, dengan potensi penggalangan dana hingga 150 miliar euro atau sekitar Rp2.948 triliun.
Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan produksi alat pertahanan dan amunisi di negara-negara anggota Uni Eropa.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sebelumnya mengumumkan bahwa total 19 negara anggota akan terlibat dalam inisiatif ini.
SAFE menawarkan pinjaman jangka panjang dengan bunga rendah, masa tenggang pembayaran hingga 10 tahun, serta kemungkinan pembentukan perjanjian bilateral dengan negara ketiga untuk memperluas manfaat program.
Tujuan utama program ini adalah memperkuat kapasitas keamanan dan pertahanan Eropa, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Program SAFE juga menegaskan komitmen Uni Eropa untuk membangun sistem pertahanan kolektif yang lebih mandiri, kuat, dan terintegrasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







