
Pantau - Militer Amerika Serikat melakukan serangan udara di barat laut Suriah pada Jumat, 16 Januari 2026, yang menewaskan Bilal Hasan al-Jasim, seorang pemimpin teroris berpengalaman yang memiliki hubungan langsung dengan ISIS dan Al-Qaeda.
Al-Jasim diketahui terlibat dalam serangan bersenjata di Palmyra bulan lalu yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah.
Serangan Balasan dan Target Strategis
Serangan terhadap al-Jasim merupakan bagian dari balasan atas penyergapan yang dilakukan ISIS pada 13 Desember 2025.
Dalam operasi balasan tersebut, militer AS mengerahkan lebih dari 200 amunisi presisi yang diarahkan ke lebih dari 100 lokasi senjata dan infrastruktur milik ISIS.
Operasi ini menunjukkan peningkatan respons militer AS terhadap ancaman yang masih berlanjut dari kelompok ekstremis di kawasan tersebut.
Dampak Operasi Anti-Teror Sepanjang Tahun
Sepanjang setahun terakhir, pasukan AS bersama mitra lokal di Suriah telah menangkap lebih dari 300 anggota ISIS dan menewaskan sedikitnya 20 teroris.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Washington untuk melemahkan jaringan terorisme yang masih aktif di wilayah konflik.
Komitmen AS di Kawasan Konflik
Wilayah barat laut Suriah, tempat serangan terbaru ini dilancarkan, dikenal sebagai basis kelompok ekstremis dan kantong terakhir ISIS serta afiliasinya.
Serangan ini mempertegas komitmen militer Amerika Serikat dalam menumpas sisa-sisa kekuatan ISIS dan jaringan Al-Qaeda yang masih bertahan di Suriah.
- Penulis :
- Gerry Eka







