Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Suriah dan Pasukan Demokratik Sepakati Gencatan Senjata dan Integrasi Wilayah Timur Laut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Suriah dan Pasukan Demokratik Sepakati Gencatan Senjata dan Integrasi Wilayah Timur Laut
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa berbicara setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Umayyah pada peringatan pertama jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Damaskus, Suriah, 8 Desember 2025. ANTARA/Kepresidenan Suriah/Anadolu/pri.)

Pantau -  Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa pada Minggu 18 Januari mengumumkan kesepakatan gencatan senjata menyeluruh antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah sekaligus langkah integrasi penuh untuk memulihkan otoritas negara di wilayah timur laut.

Kesepakatan tersebut dilaporkan oleh kantor berita SANA dan mencakup pemberlakuan gencatan senjata segera di seluruh garis depan serta garis kontak antara pasukan pemerintah dan Pasukan Demokratik Suriah.

Seluruh formasi militer yang berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah akan ditarik ke wilayah timur Sungai Eufrat sebagai persiapan penempatan ulang.

Penyerahan Wilayah dan Administrasi

Provinsi Deir ez Zor dan Raqqa akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Suriah, termasuk pengalihan kewenangan administratif dan militer.

Seluruh institusi dan fasilitas sipil di kedua provinsi akan berada di bawah kendali pemerintah Suriah.

Kedua pihak sepakat mempertahankan pegawai pemerintah yang ada, dan tidak ada hukuman yang dijatuhkan kepada personel Pasukan Demokratik Suriah maupun aparat sipil setempat.

Institusi sipil di Provinsi Hasakah juga akan digabungkan ke dalam lembaga dan struktur pemerintahan Suriah.

Penguasaan Sumber Daya dan Pos Perbatasan

Pemerintah Suriah akan mengambil alih seluruh pos perbatasan di wilayah timur laut.

Ladang minyak dan gas di wilayah tersebut akan dikuasai dan diamankan oleh pasukan Suriah agar pendapatannya kembali ke negara.

Kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi pemerintah Suriah untuk menegakkan kedaulatan dan stabilitas di wilayah timur laut yang sebelumnya dikuasai Pasukan Demokratik Suriah.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti