Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran karena Israel dan Arab Saudi Belum Siap Hadapi Dampaknya

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran karena Israel dan Arab Saudi Belum Siap Hadapi Dampaknya
Foto: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran pekan ini setelah menerima masukan dari Israel dan Arab Saudi yang menyatakan belum siap menghadapi potensi balasan dari Iran.

Alasan Pembatalan dan Respons Sekutu

Keputusan pembatalan ini dilaporkan oleh portal berita Axios dengan mengutip pejabat dari Amerika Serikat dan Israel.

Trump disebut mengambil keputusan tersebut setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan bahwa Israel belum siap menghadapi serangan balasan dari Iran.

Menurut laporan Axios yang dikutip RIA Novosti, militer Amerika Serikat juga dinilai tidak memiliki cukup kekuatan di kawasan Timur Tengah untuk membantu mencegat rudal dan drone dari Iran.

Seorang penasihat Netanyahu menyatakan bahwa, "serangan AS tidak akan cukup efektif" dan "tidak akan membawa hasil yang diinginkan", ungkapnya seperti dikutip oleh Axios.

Trump dan Netanyahu dikabarkan melakukan percakapan telepon pekan lalu saat Trump masih mempertimbangkan opsi serangan udara terhadap Iran.

Dalam percakapan terpisah, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, juga menyampaikan penolakannya terhadap rencana serangan tersebut karena, "dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas di kawasan", ia mengungkapkan.

Jalur Diplomasi Masih Terbuka

Selain masukan dari Israel dan Arab Saudi, Trump juga mempertimbangkan situasi diplomatik dengan Iran sebelum membatalkan rencana serangan.

Negosiasi rahasia antara Amerika Serikat dan Iran disebut masih berlangsung, meskipun sebelumnya Trump sempat menghentikan seluruh kontak dengan pejabat Iran di tengah gelombang protes di negara tersebut.

Trump juga pernah menyatakan dukungannya kepada para demonstran di Iran, serta membuka kemungkinan untuk mengambil beberapa langkah terhadap Teheran, termasuk "serangan udara", katanya.

Pemerintah Iran menanggapi pernyataan Trump tersebut sebagai, "ancaman terhadap kedaulatan Republik Islam Iran", ungkap otoritas Teheran.

Penulis :
Leon Weldrick