Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Macron Desak UE Gunakan 'Bazoka Perdagangan' Hadapi Ancaman Tarif dari AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Macron Desak UE Gunakan 'Bazoka Perdagangan' Hadapi Ancaman Tarif dari AS
Foto: (Sumber: Arsip foto - Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Uni Eropa untuk segera menggunakan instrumen perdagangan terkuatnya, termasuk mekanisme anti-koersi yang dijuluki bazoka perdagangan, sebagai respons terhadap ancaman tarif baru dari Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Macron dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Macron, Amerika Serikat secara terang-terangan memanfaatkan perjanjian perdagangan untuk merugikan ekspor Eropa dan menuntut konsesi maksimal dari negara-negara mitranya.

Ia menyebut bahwa langkah tersebut secara terbuka bertujuan untuk melemahkan dan menundukkan Eropa secara ekonomi dan politik.

Situasi semakin memburuk dengan pengumuman penambahan tarif baru oleh Amerika Serikat, yang menurut Macron merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

"Eropa kini memiliki instrumen yang sangat kuat, dan kita harus menggunakannya ketika kita tidak dihormati dan ketika aturan main tidak dihormati. Mekanisme anti-koersi adalah instrumen yang kuat dan kita tidak boleh ragu untuk menggunakannya dalam lingkungan yang keras saat ini," ungkapnya.

AS Ancam Naikkan Tarif jika Tidak Dapatkan Greenland

Pernyataan tegas Macron muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 17 Januari bahwa ia akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari.

Trump bahkan menyatakan tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada bulan Juni, kecuali jika Amerika Serikat berhasil memperoleh Greenland.

Di hari yang sama, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif hingga 200 persen terhadap produk anggur dan sampanye asal Prancis apabila Prancis menolak bergabung dalam inisiatif perdamaian Gaza yang dipimpin oleh AS.

Menurut Trump, tekanan tarif akan memaksa Prancis menyetujui usulan Amerika Serikat dalam isu Gaza.

Sebelumnya, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza, yang beranggotakan:

  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio
  • Utusan Khusus Trump Steve Witkoff
  • Menantu Trump Jared Kushner
  • Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair
  • Presiden Bank Dunia Ajay Banga
  • Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel
  • Informasi ini diperoleh dari laporan Sputnik/RIA Novosti.
Penulis :
Ahmad Yusuf