
Pantau - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilaporkan bersiap menolak undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, menurut laporan Financial Times pada Selasa, 20 Januari 2026, yang mengutip sejumlah pejabat pemerintah Inggris.
Starmer sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya masih mendiskusikan ketentuan pembentukan dewan tersebut bersama para sekutu internasional.
Namun sejumlah pejabat Inggris menyebut bahwa secara garis besar, Starmer tidak berniat untuk terlibat dalam inisiatif kontroversial tersebut.
Kritik Soal Biaya dan Keterlibatan Rusia
Seorang pejabat pemerintah Inggris yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa posisi resmi mereka adalah masih mempertimbangkannya.
Namun, ia menyampaikan keberatan terhadap kemungkinan Inggris duduk dalam satu forum dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Posisi resmi kami adalah masih mempertimbangkannya. Namun, Anda tidak perlu menjadi jenius politik untuk menyadari bahwa membayar dana pajak sebesar 1 miliar dolar AS hanya untuk duduk di sebuah dewan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan diterima," ujarnya.
Pejabat itu menambahkan, "Saya rasa orang-orang tidak akan mendaftar untuk itu."
Sementara itu, Starmer dikabarkan lebih terbuka untuk menghadiri pertemuan resmi Kelompok Tujuh (G7) di Paris yang diusulkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pertemuan tersebut dijadwalkan akan membahas isu-isu strategis kebijakan luar negeri, termasuk situasi di Greenland dan Ukraina.
Inisiatif Trump dan Tanggapan Internasional
Pekan sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza yang beranggotakan:
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio
- Utusan Khusus Trump Steve Witkoff
- Menantu Trump Jared Kushner
- Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair
- Presiden Bank Dunia Ajay Banga
- Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel
Trump juga mengundang sejumlah negara seperti Rusia dan Belarus untuk bergabung ke dalam forum tersebut.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Rusia belum mengetahui rincian penuh dari inisiatif tersebut dan masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari Washington.
Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyampaikan kesediaannya untuk bergabung, sekaligus membantah klaim bahwa keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian mensyaratkan kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,9 triliun.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








