
Pantau - Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, resmi melarang kelompok neo-Nazi untuk memasuki kawasan pusat kota Sydney (Central Business District/CBD) selama peringatan Hari Australia yang akan berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026.
Perintah Keamanan Publik Demi Cegah Ancaman
Menurut laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC), Kepolisian NSW telah mengeluarkan public safety order atau perintah perlindungan publik kepada sejumlah individu yang diketahui sebagai pendukung kelompok neo-Nazi.
Perintah tersebut berlaku selama 24 jam penuh pada tanggal 26 Januari 2026.
Asisten Komisaris Kepolisian NSW Brett McFadden menyatakan bahwa kehadiran individu-individu yang dikenakan perintah itu di kawasan CBD dianggap dapat menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan publik.
Dokumen resmi menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenai hukuman maksimal lima tahun penjara.
Hari Australia dan Dinamika Demonstrasi
Hari Australia diperingati setiap tanggal 26 Januari untuk menandai kedatangan Armada Pertama Inggris di Pelabuhan Sydney pada tahun 1788.
Namun, bagi masyarakat Pribumi Australia (Indigenous Australians), tanggal ini juga dikenal sebagai Hari Invasi (Invasion Day) atau Hari Bertahan Hidup (Survival Day), yang diperingati melalui aksi unjuk rasa nasional.
Demonstrasi pada Hari Australia kerap menjadi ruang protes terhadap sejarah kolonialisme dan dampaknya terhadap komunitas Pribumi.
Komisaris Kepolisian NSW Mal Lanyon menegaskan bahwa pembatasan terhadap unjuk rasa publik yang sempat diperketat usai serangan teror di Pantai Bondi kini telah dikurangi secara signifikan.
Dengan pelonggaran ini, aksi demonstrasi dipastikan tetap dapat berlangsung di pusat kota Sydney pada Hari Australia, meskipun dengan pengawasan ketat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







