
Pantau - Otoritas China Daratan menyatakan telah menyelidiki dan menangani hampir 4.000 serangan siber yang berasal dari Taiwan sepanjang tahun 2025, dengan peningkatan jumlah serangan sebesar 25 persen secara tahunan (year-on-year).
Serangan Targetkan Sektor Strategis China
Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China, Peng Qing'en, dalam konferensi pers rutin yang digelar pada Rabu, 21 Januari 2026.
Peng menyebut bahwa serangan siber tersebut secara khusus menyasar pencurian informasi rahasia dari sektor-sektor penting di China Daratan.
Sektor yang menjadi target meliputi transportasi, keuangan, sains dan teknologi, serta energi.
Otoritas China menyatakan telah mengambil tindakan terhadap organisasi-organisasi berbasis di Taiwan yang terlibat, termasuk institusi militer.
Detail kriminal dari sejumlah serangan tersebut telah dipublikasikan secara resmi oleh pihak berwenang di Beijing.
Tanggapan Terhadap Tuduhan Taiwan
Dalam kesempatan yang sama, Peng juga menanggapi tuduhan dari Partai Progresif Demokratik Taiwan (Democratic Progressive Party/DPP) yang menyatakan bahwa justru China Daratan yang memulai serangan siber terhadap Taiwan.
Peng menyebut tuduhan tersebut sebagai bentuk “pemutarbalikan fakta yang nyata”.
Ia menegaskan bahwa pihak China akan terus menjaga keamanan dunia maya, khususnya terhadap upaya infiltrasi digital yang ditujukan pada aset strategis nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







