
Pantau - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai keputusan Tentara Nasional Indonesia meningkatkan status kesiapsiagaan menjadi Siaga 1 merupakan bentuk komitmen kuat dalam menjaga keamanan nasional di tengah dinamika global.
Ia mengatakan langkah tersebut juga menunjukkan kesigapan aparat pertahanan dalam menghadapi perkembangan situasi internasional yang terus berubah.
"Komisi I DPR RI memandang kebijakan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan bangsa", ungkap Dave Laksono saat dihubungi di Jakarta.
Respons terhadap Situasi Global
Dave menilai peningkatan kewaspadaan tersebut juga berkaitan dengan perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas global.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan Komisi I DPR RI menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan yang diambil tetap sejalan dengan kepentingan rakyat.
Ia menambahkan kerja sama antarlembaga tersebut perlu dijalankan secara terbuka guna menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Dukungan DPR terhadap Langkah TNI
Dave menilai peningkatan kesiapsiagaan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dalam negeri dengan penuh percaya diri.
Ia meyakini koordinasi yang solid antara berbagai lembaga akan membuat Indonesia tetap aman dan stabil serta mampu menghadapi berbagai tantangan global.
Komisi I DPR RI juga menyatakan dukungan terhadap langkah antisipatif yang dilakukan oleh TNI.
"Dengan kolaborasi yang erat, kita yakin Indonesia dapat menghadapi dinamika global dengan kepala tegak, menjaga stabilitas nasional, dan memperkuat kepercayaan rakyat terhadap institusi negara", ujarnya.
Instruksi Siaga 1 TNI
Sebelumnya beredar informasi mengenai Telegram Panglima TNI bernomor TR/283/2026 yang berisi instruksi peningkatan status kesiapsiagaan menjadi Siaga 1 kepada seluruh jajaran TNI.
Telegram tersebut memuat tujuh poin instruksi yang harus dilaksanakan oleh satuan TNI di berbagai wilayah.
Salah satu instruksi tersebut adalah Panglima Komando Utama Operasi TNI diminta menyiagakan personel serta alat utama sistem persenjataan di wilayah masing-masing.
Personel TNI juga diminta melakukan patroli di berbagai objek vital strategis dan pusat kegiatan ekonomi.
Objek vital yang dimaksud antara lain bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, serta kantor PLN.
- Penulis :
- Gerry Eka








