Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Disengaja Sepanjang 2025 Tewaskan Sedikitnya 21 Personel PBB di Berbagai Misi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Serangan Disengaja Sepanjang 2025 Tewaskan Sedikitnya 21 Personel PBB di Berbagai Misi
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Gedung markas besar PBB difoto dengan logo PBB di wilayah Manhattan, New York City, New York, AS, Selasa (1/3/2022). ANTARA/REUTERS/Carlo Allegri/as/am..)

Pantau - Sepanjang tahun 2025, sedikitnya 21 personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas akibat serangan yang disengaja, terdiri dari 12 personel penjaga perdamaian dan sembilan warga sipil yang bekerja untuk PBB.

Data tersebut diumumkan PBB pada Kamis dan menegaskan peningkatan risiko keamanan yang dihadapi personel organisasi internasional di berbagai wilayah konflik.

Jumlah korban tersebut tidak termasuk personel Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah atau United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) yang tewas dalam perang di Gaza karena mereka tidak menjadi target serangan secara sengaja.

Asal Korban dan Misi Paling Mematikan

Berdasarkan kewarganegaraan, korban berasal dari berbagai negara, yakni Bangladesh enam orang, Sudan lima orang, Afrika Selatan dua orang, serta masing-masing satu orang dari Sudan Selatan, Uruguay, Tunisia, Ukraina, Bulgaria, Palestina, Kenya, dan Zambia.

Informasi kewarganegaraan korban tersebut disampaikan oleh Komite Tetap Serikat Staf PBB untuk Keamanan dan Independensi Layanan Sipil Internasional.

Pada 2025, Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei tercatat sebagai misi paling mematikan bagi penjaga perdamaian dengan enam personel tewas akibat serangan disengaja.

Sementara itu, misi penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah masing-masing mencatat tiga kematian personel akibat serangan serupa.

Tren Kematian Personel PBB

Sebagai perbandingan, jumlah personel PBB yang tewas akibat serangan disengaja pada 2024 tercatat sebanyak lima orang.

Pada 2023, angka tersebut mencapai 11 personel PBB, menunjukkan tren peningkatan signifikan korban serangan disengaja pada 2025.

Penulis :
Aditya Yohan