Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menhan Korsel dan Wakil Menhan AS Bahas Kerja Sama Kapal Selam Nuklir dan Peran Strategis Baru di Semenanjung Korea

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menhan Korsel dan Wakil Menhan AS Bahas Kerja Sama Kapal Selam Nuklir dan Peran Strategis Baru di Semenanjung Korea
Foto: Kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS) berlabuh di sebuah dermaga pelabuhan di Busan, Korea Selatan, Jumat (16/6/2023). Kapal selam kelas Ohio USS Michigan (SSGN 727) tersebut merapat setelah Korea Utara menembakkan dua rudal jarak pendek di lepas pantai timur Korea Selatan dan adanya kesepakatan AS-Korsel dalam meningkatkan pengawasan aset strategis di semenanjung Korea (sumber: ANTARA FOTO/Yonhap via Reuters)

Pantau - Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Kebijakan, Elbridge Colby, pada Senin untuk membahas penguatan aliansi militer, termasuk kerja sama dalam pengembangan kapal selam bertenaga nuklir.

Bahas Kapal Selam Nuklir dan Titik Balik Aliansi

Pertemuan yang digelar di Seoul ini menjadi momen penting dalam pembahasan sejumlah isu strategis, termasuk rencana Korea Selatan untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir.

Ahn mengacu pada lembar fakta bersama yang dirilis dalam pertemuan puncak antara Korea Selatan dan Amerika Serikat tahun lalu sebagai dasar pembicaraan.

Ia juga menyinggung hasil dari Pertemuan Konsultatif Keamanan terbaru sebagai bagian dari kesinambungan kerja sama pertahanan kedua negara.

"Aliansi antara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah mencapai titik balik bersejarah," ungkap Ahn dalam pernyataannya.

Ia menekankan pentingnya agar kerja sama ini membuahkan hasil konkret pada tahun ini.

Menanggapi hal itu, Colby menyatakan komitmen Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan pertahanan bilateral.

"Korea Selatan adalah sekutu teladan AS," ia mengungkapkan.

Kedua pihak menyepakati bahwa kerja sama dalam akuisisi kapal selam nuklir akan memperkuat kemampuan pertahanan Korea Selatan serta menjadi tonggak penting dalam meningkatkan level aliansi dengan Amerika Serikat.

Strategi Pertahanan Baru dan Peran Korea Selatan

Diskusi juga menyinggung Strategi Pertahanan Nasional baru yang dirilis oleh Pentagon pada pekan sebelumnya.

Dalam dokumen tersebut, Korea Selatan disebut sebagai pihak utama dalam upaya penangkalan terhadap Korea Utara, sementara Amerika Serikat akan memberikan dukungan terbatas terhadap ancaman nuklir dan strategis lainnya.

Strategi ini menandai peningkatan peran Korea Selatan dalam menghadapi ancaman senjata konvensional di kawasan.

Ahn juga kembali menyerukan pentingnya pengambilalihan kendali operasional masa perang oleh militer Korea Selatan atas pasukannya sendiri.

Ia menegaskan perlunya peningkatan kerja sama agar pertahanan di Semenanjung Korea benar-benar dipimpin oleh Korea Selatan.

Secara terpisah, Colby juga bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac.

Pertemuan tersebut membahas isu-isu tertunda dalam aliansi bilateral antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Penulis :
Leon Weldrick